Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN CARA BELAJAR SISWA AKTIF MELALUI WORKSHOP Rahmansyah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 1 No. 1 (2020): JP-IPS
Publisher : FKIP UMN ALWASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.089 KB) | DOI: 10.32696/jpips.v1i1.437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menerapkan strategi pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif melalui workshop di SMP Negeri 1 Pantai Labu pada Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus, dimana masing-masing siklus memiliki tahap: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan dan Pengamatan, (3) Evaluasi dan (4) Refleksi.Subjek dalam penelitian ini adalah guru guru yang mengajar di di SMP Negeri 1 Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 25 orang guru. Teknik pemgumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, kuesioner dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan di dalam penelitan ini adalah dengan menggunakan teknik penghitungan persentase jumlah guru yang sudah mampu Menerapkan strategi pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif dan persentase jumlah guru yang belum mampu menerapkan strategi pembelajaran di dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Hasil penelitian menunjukkan: (1). Terdapat peningkatan jumlah guru yang menerapkan strategi pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif dari 25 orang guru, baru 18 (72,0%) guru menerapkan strategi pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 22 (88,0%) guru yang sudah mampu menerapkan strategi pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif pada proses pembelajaran di dalam kelas; (2) Terdapat penurunan jumlah guru yang tidak mampu menerapkan strategi pembelajaran , dari 25 orang guru, sebanyak 7 (28,0%) guru belum mampu menerapkan strategi pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif pada siklus I kemudian pada siklus II terjadi penurunan jumlah guru yang belum mampu menerapkan strategi pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif, menjadi 3 (12,0%) guru yang belum mampu menerapkan strategi pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif secara utuh; (3) Kompetensi profesional guru dalam menerapkan Strategi Pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif dapat meningkat melalui workshop.