This Author published in this journals
All Journal JURNAL AGROHITA
Yovan Pratama
Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RESPON TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) TERHADAP KONSENTRASI EM4 PADA FERMENTASI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN SISTEM BUDIDAYA HIDROPONIK RAKIT APUNG Yovan Pratama; Endang Dwi Purbajant; Susilo Budiyanto
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.6482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil tanaman selada terhadap interaksi berbagai konsentrasi EM4 dan berbagai jenis pupuk organik dalam sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2021 di Greenhouse Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah. Analisis parameter pengamatan dilakukan di Laboratorium Fisiologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 3 x 2 dengan 4 ulangan, sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Faktor pertama adalah konsentrasi EM4 yaitu : 6 ml/liter (K1), 12 ml/liter (K2), dan 18 ml/liter (K3). Faktor kedua adalah pupuk organik yaitu : pupuk ampas tahu (P1) dan pupuk kotoran ayam (P2). Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa interaksi antara pemberian pupuk organik cair kotoran ayam dengan konsentrasi EM4 12 ml/liter memberikan hasil terbaik pada jumlah daun, tinggi tanaman, berat segar tajuk, berat kering pucuk, segar akar. bobot tanaman, dan bobot tanaman total tanaman selada. Pupuk organik cair kotoran ayam terbukti mampu memberikan hasil pertumbuhan yang baik dibandingkan dengan pupuk organik cair limbah tahu.