This Author published in this journals
All Journal DIKSI
Asih Sigit Padmanugraha, Asih Sigit
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WOMAN'S VALUES IN SOCIETY AS REFLECTED IN MARGE PIERCY'S "BARBIE DOLL" Padmanugraha, Asih Sigit
Diksi Vol. 14 No. 1: DIKSI JANUARI 2007
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.577 KB) | DOI: 10.21831/diksi.v14i1.6547

Abstract

Boneka Barbie merupakan simbol kecantikan perempuan yang dibangunoleh kapitalis dan media demi meraih keuntungan. Akibatnya para perempuantidak menyadari pengaruh negatif yang banyak ditimbulkan, seperti kesehatan,pembodohan, fantasi berlebihan, dan yang paling penting adalah eksploitasiperempuan. Pengaruh negatif inilah yang memicu berbagai kritik terhadapkeberadaan Boneka Barbie. Marge Piercy adalah seorang penyair Amerika yangsangat keras mengkritik keberadaan boneka barbie lewat salah satu puisinya"Barbie Doll." Dengan menggunakan perpektif feminisme, artikel inimengekplorasi pengaruh sosial dan budaya yang melatar belakangi keberadaanpuisi ini. Puisi ini dipengaruhi oleh gerakan feminisme di Amerika pada tahun1960an.Piercy berhasil membandingkan perempuan dengan Boneka Barbiedalam puisi ini dengan menggunakan perbandingan, simbolisme dan ironi. Akhirtragis seorang gadis yang ingin terlihat cantik seperti Boneka Barbiemengindikasikan bahwa kecantikan perempuan seharusnya tidak dinilai daripenampilan fisiknya saja, tetapi dari pemikirannya, pengalaman hidupnya, sifatsifatnyadan juga kearifannya.Kata Kunci: Marge Piercy, boneka barbie, perempuan, masyarakat
BLACK ELKS SPEAKS: WHAT WAR MEANS TO A NATIVE AMERICAN WARRIOR Padmanugraha, Asih Sigit
Diksi Vol. 15 No. 1: DIKSI JANUARI 2008
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v15i1.6556

Abstract

Black Elk Speaks merupakan karya sastra bergenre biografi yang ditulisoleh John G. Neihardt berdasarkan cerita lisan dari Black Elk, seorang Sioux yanghidup pada akhir abad ke-19. Sebagai sebuah epik dalam sastra Indian Amerika,karya ini merefleksikan kebenaran sejarah yang selama ini dihilangkan dalamsejarah Amerika oleh bangsa Kulit Putih. Salah satunya keberadaan perang danksatria, yang selalu diidentikkan dengan hal yang negatif dan bersifat merusak.Oleh karenanya, artikel ini berusaha mengekplorasi makna perang yangsesungguhnya bagi ksatria bangsa Indian Sioux di dalam Black Elk Speaks.Perang memang tidak bisa dipisahkan dengan bangsa Indian karena sudahmerupakan tradisi budaya: sebagai inisiasi menuju kedewasaan, membalasdendam, dan mendapatkan status social. Perang ini disebut perang antar suku yangmelibatkan para kstaria secara individu dan senjata yang digunakan pun sederhanasehingga tidak merusak, misalnya bila dibandingkan dengan peperangan yangdilakukan oleh bangsa Kulit Putih. Makna perang yang kedua adalah perangdalam mempertahankan wilayah mereka dari invasi Kulit Putih, dalam perang inimereka melawan tentara Amerika. Selain itu mereka bertahan hidup melawankelaparan dan juga mempertahankan kelangsungan bangsa Sioux atau bangsaIndian Amerika pada umumnya sebagaimana disimbolkan dalam perlindunganterhadap ibu dan anak-anak.Pada akhirnya, dalam Black Elk Speaks tercermin bahwa konsep perangdan ksatria bangsa Indian Amerika yang selama ini ada adalah tidak benarsebagaimana digambarkan oleh bangsa Kulit Putih. Justru perang yang dilakukanoleh bangsa Kulit Putih lebih merusak dan berbahaya dan ini terbukti dengankehancuran bangsa Sioux sebagai benteng terakhir peradaban bangsa Indian diAmerika sebagaimana tercermin dalam Black Elk Speaks.Kata Kunci: Black Elk Speaks, perang, ksatria, bangsa Indian Sioux.AbstrakA. INTRODUCTION Einstadt's suggestion seems to beNo one would oppose the idea saying proper that, especially in popular culture, thethat Native Americans play considerable roles Native American's images are to fulfill thein American history. Unfortunately, many white men's need. Bird (1996:2) states that theAmerican historical documents give a little Native American's myths, such as Pocahontas,attention on the American Indians. Einstadt are White mainstream myths (1996:2).proposes a thought that their existence are Furthermore, McDonald in Shape-Shifting:frequently absent from the American history Images of Native Americans in Recent Popular(1987:17), and because of which, probably, the Fiction (2000) and Mary Anne Weston in Nativestereotyped images of the Indians develop. American in the News: Images of Indians in the