Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Yuridis terhadap Penataan Struktur Organisasi Kementerian dalam Rangka Peningkatan Reformasi Birokrasi Adam Setiawan
Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum Vol 10, No 2 (2021): Supremasi Hukum
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/sh.v10i2.2313

Abstract

Lambannya kinerja dan inefisiensi dalam aktivitas birokrasi salah satunya diakibatkan jumlah struktur organisasi Kementerian atau kabinet yang tidak ideal. Selain itu, ada indikasi lain yang menyebabkan kinerja atau aktivitas birokrasi yang dilakukan oleh Kementerian jauh dari ekpektasi yakni masih kentalnya unsur Politik dalam proses pengisian jabatan Menteri, Wakil Menteri dan posisi strategis lainnya mengingat sistem kepartaian yang dianut sistem multipartai. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisa dan memberikan rekomendasi penataan struktur organisasi Kementerian yang ideal serta untuk mengetahui proses dan dinamika pengangkatan Menteri Negara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif atau penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil Penelitian menunjukan perlu dilakukan restrukturisasi dengan format hanya ada beberapa Kementerian yang mengurusi urusan pemerintahan, dengan begitu struktur organisasi Kementerian secara vertikal akan ikut ramping. Dinamika pengangkatan Menteri, tatkala Presiden harus memilih kandidat Menteri negara secara selektif dengan mengedepankan kriteria yang memiliki integritas dan kapasitas yang mumpuni calon Menteri. Namun Presiden berada dalam keadaan ambivalen karena sistem multipartai yang membuat Presiden harus berkoalisi dengan Partai Politik yang berada di Parlemen guna mendapat suara mayoritas. Lantas dengan cara berkoalisi Presiden akan membagikan jatah menteri pada Partai Politik pendukung.
Implikasi Penerapan Work From Home terhadap Beban Kerja Fisik Pekerja dalam Perspektif Ergonomi Edit Rusnita; Adam Setiawan
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.60420

Abstract

Work From Home (WFH) is a new model that is currently beginning to replace the conventional work model. The adoption of WFH has increased significantly since the COVID-19 pandemic and continouos to be implemented by various organizations today because it is seen as a way to increase work flexibility, reduce operational costs, and promote a better work-life-balance. Although it offers flexibility and efficiency, the impelementation of WFH has the potential to increase physical workload resulting from less-than-ergonomic working conditions. This study aims to analyze the implications of WFH on workers’ physical workload from an ergonomic perspective. The method used was literature review with a systematic review based on the SPIDER model (Sample, Phenomenon of Interest, Design, Evaluation, and Research Type). The results show that WFH increases the risk of musculoskeletal disorders, particulary neck pain and lower back pain due to static work posture. The application of ergonomic principles, employee education, and the provision of adequate work facilities are necessary to reduce physical workload and support employee health and productivity while working from home.