Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Metode Fuzzy Time Series dengan Metode Box-Jenkins untuk Memprediksi Jumlah Kunjungan Pasien Rawat Inap (Studi Kasus: Puskesmas Geyer Satu) S Susilowat; Wellie Sulistijanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Mahasiswa (student paper presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.831 KB)

Abstract

Puskesmas merupakan unit kesehatan masyarakat yang bergerak dibidang kesehatan yang melayani masyarakat secara paripurna.Puskesmas Geyer satu adalah satu-satunya puskesmas di kecamatanGeyer yang sudah terakreditasi dan satu-satunya puskesmas yangmenyediakan unit rawat inap. Permasalahan yang dihadapi olehpuskesmas Geyer satu adalah tidak sebanding dengan sumber dayayang ada dengan pasien rawat inap yang harus dilayani. Dalampenelitian ini diusulkan metode peramalan fuzzy time series denganmetode peramalan Box-Jenkins. Tujuan penelitian ini adalah untukmembandingkan metode peramalan fuzzy time series dengan metodeperamalan Box-Jenkins dengan melihat ukuran kesalahan peramalanmenggunakan Mean Square Error (MSE) serta meramalkan jumlahkunjungan pasien rawat inap menggunakan metode terbaik. Metodefuzzy time series adalah metode peramalan menggunakan himpunanfuzzy dalam proses peramalannya sementara metode Box-Jenkins ataubiasa disebut ARIMA adalah metode konvesional yang menggunakanhimpunan tegas dalam proses peramalannya. Nilai Ketepatan metodefuzzy time series diperoleh nilai MSE = 38499.98. Metode Box-Jenkins dengan model ARIMA (1,1,1) dengan nilai MSE = 91556. Haltersebut menunjukkan bahwa metode fuzzy time series memiliki nilaiketetapan yang lebih kecil daripada metode Box-Jenkins. Dari hasilpenelitian ini disimpulkan bahwa metode fuzzy time series adalahmetode yang lebih baik untuk meramalkan jumlah kunjungan pasienrawat inap daripada metode Box-Jenkins.