Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penamaan Hewan Gajah pada Lagu Tulus Dina Putri Maharani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Mahasiswa (student paper presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.839 KB)

Abstract

Indonesia kaya akan ragam budaya dan kreativitas seninya. Lagumenjadi salah satu seni yang sangat estetik pada masyarakatIndonesia. Oleh sebab itu, inovasi-inovasi dalam pembuatan lagubaik meliputi isi lagu, makna, lirik, dan nada maupun irama terusdilakukan. Hal tersebut dilakukan oleh penulis lagu dengan berbagaitujuannya. Ada yang bertujuan untuk mendongkrak pasar lagu, danada yang bertujuan menyajikan esensi nilai yang mempunyai maknatertentu, sehingga pendengar lagu dapat mengambil pelajaran hidupdari lagu tersebut. Salah satu lagu yang dibuat oleh musisiIndonesia, mempunyai keunikan secara personal. Keunikan tersebutterdapat dalam isi lagu/lirik lagu. Yaitu, terdapat penyebutan katahewan untuk mengkiaskan makna tertentu. Salah satu dari lagu yangmempunyai keunikan tersebut, adalah lagu yang berjudulGajah dariSolois Tulus. Dari hal tersebut, maka dilakukan penelitian dengantujuan untuk mengkaji dan menganalisa mengenai makna penyebutannama hewan “Gajah” dalam lagu tersebut. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dan data diperolehdari website “Azlyric.com”. Hasil dari penelitian ini adalahpenggunaan nama hewan “Gajah” pada lirik lagu lebih bertujuankepada prespektif atau pengalaman musisi tersebut dan untukmenunjukan makna kiasan dari lirik tersebut. Didalam liriknyamusisi tulus menyampaikan bahwa pengalaman buruk dimasa keciljustru bisa memberikan kesempatan kita untuk membuktikan diri.Pendengar diajak untuk masuk kedalam pemikiran musisi tulus,hanya sekedar membayangkan karena mudah membayangkanbahwa menjadi manusia yang selalu berbesar hati itu tidak akanpernah merugi.