Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Refresing Pemahaman Kader Posyandu Lansia Bagi Kader Kesehatan Desa Sidoharum Sempor Kabupaten Kebumen Marsito Marsito
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.694 KB)

Abstract

Jumlah usia pra lansia dan lansia Desa Sidoharum dikatakan tinggipada usia atara 45 tahun keatas sekitas 912 orang dari 3117 jumlahpenduduk (29.25%). Data tersebut didapatkan dari hasil pengkajianprimer mahasiswa profesi Ners Stikes Muhammadiyah Gombongyang melakukan selama praktek stase keperawatan komunitas tahun2018. Dari penelitian yang berjudul faktor-faktor berhubungandengan kemanfaatan diposyandu lansia menunjukkan bahwamayoritas dilakukan pada umur 60-69 tahun ada 41 dari 52 orang(78.9%). Untuk metode pengabdian masyarakat menggunakanpendekatan penyuluhan tentang pendidikan kesehatan. Tehniknyasebelum dilakukan dengan simulasi dan diskusi dan evalusi untukmengukur hasilnya di lakukan kegiatan pre tes dan post tes ahkirpenyuluhan. Untuk pesertanya dari ibu ibu kader kesehatan lansia diDesa Sidoharum Kecamatan Sempor Kebumen. Ini yang akanmenjadi populasi dengan jumlah 43 orang,selanjutnya pengambilansampel dilakukan dengan menggunakan pendekatan asidentalsampling dengan jumlah sampel yang mau berpartisipasi ada 19kader kesehatan lansia dan mereka telah menjalankan tugas sebagaikader kesehatan. Dari hasil pengabdian masyarakat tentangpengetahuan posyandnu lansia di Desa Sidoharum menunjukan hasilada peningkatan sebelum dilakukan penyuluhan yang terstrukturmenggunakan metode simulasi dan demonstrasi dengan hasil ratarata 9.8 dan sesudah dilakukan penyuluhan hasil rata rata 16.6 danperbedaan sebelum dan sesudah dilakukan enyuluhan meninglat 6.8,dengan prosentasi peningkatan pengetahuan 69.40%. Dengan carapenyuluhan yang terstruktur dengan menggunakan metode simulasidan diskusi dapat meningkatkan pengetahuan peserta pelatihankader kesehatan lansia. Perlunya setiap melakukan pelathan harusmembuat struktur program dalam melakukan penyuluhan kesehatanagar dapat termonitor kemajuannya