Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kampanye Sosial Pencegahan Stunting di Desa Karangsewu Tri Hastusti Nur Rochimahi; Wuri Rahmawati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.458 KB)

Abstract

Pertumbuhan yang tidak normal akibat kekurangan gizi sejak dalam kandungan, hingga lahir dan berlangsung lama, menyebabkan balita mengalami kekurangan gizi kronis sehingga pertumbuhan otak dan tubuhnya tidak normal atau terhambat. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah stunting. Tujuan kedua Sustainable Development Goals (SDGs) secara eksplisit menentukan target pencegahan stunting dalam rangka peningkatan generasi kualitas ke depan. Untuk meminimalkan jumlah stunting di Indonesia maka Kementrian Kesehatan menetapkan 100 Kabupaten/Kota prioritas untuk intervensi anak kerdil atau stunting. Kabupaten Kulon Progo masuk sebagai salah satu Kabupaten/Kota yang menjadi prioritas penanganan stunting. PKM ini berlokasi di Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan membangun komitmen mitra tentang pencegahan stunting. PKM ini menggunakan metode ceramah,permainan dan menonton film. Kegiatannya meliputi (1) edukasi stunting melalui penyuluhan dengan media ular tangga dan film (2) deteksi dini status gizi balita melalui penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita (3) konseling keluarga dan (4) seminar. Hasil dari PKM ini yaitu terdapat peningkatan pengetahuan mitra tentang stunting. Peserta memahami bahwa stunting bukan sekedar pendek atau kerdil akan tetapi juga mengalami gangguan perkembangan kecerdasan dan metabolisme. Media film mampu menumbuhkan minat peserta untuk mengetahui lebih detail mengenai stunting. Sedangkan pemanfaatan media ular tangga dapat menciptakan suasana belajar stunting yang menyenangkan. Orangtua mengetahui anaknya masuk kategori stunting atau tidak berdasar hasil deteksi dini status gizi balita.Hasil analisis diperoleh data deteksi dini menunjukkan enam dari sebelas (55%) balita masuk kategori stunting. Masalah gizi yang dihadapi antara lain balita tidak suka makan sayur, tidak mendapatkan ASI ekslusif, tidak suka makan nasi, pola asuh oleh nenek karena ditinggal bekerja,ibu anemia sejak hamil hingga sekarang dan terdapat satu balita yang sejak lahir mengalami jantung bocor. Sedangkan melalui kegiatan seminar, terdapat komintmen pemerintah desa bersama kader untuk mewujudkan Karangsewu sebagai Desa Peduli Pencegahan Stunting.
Penerimaan Masyarakat Terhadap Pesan Kesehatan Melalui Media Internet Wuri Rahmawati
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v7i1.1748

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pesan apa yang sering diterima masyarakat melalui media sosial, menganalisis kepercayaan masyarakat terhadap pesan yang diterima dan mengetahui sikap masyarakat terhadap pesan yang diterima. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan metode kuantitatif. Sampel penelitian adalah masyarakat DIY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Whattsapp merupakan media sosial yang digunakan oleh mayoritas masyarakat yang memiliki bidang pekerjaan wiraswasta, pegawai kantoran, ibu rumah tangga dan pelajar atau mahasiswa. Sedangkan media sosial lain yang digunakan masyarakat yaitu Facebook, Line, Instagram dan Twitter. Setiap media sosial mempunyai segmentasi pengguna yang berbeda-beda yang umumnya didasari faktor kebutuhan atau trend.Pesan yang diterima masyarakat melalui media sosial yang dimiliki antara lain mengenai gaya hidup, keagamaan, musibah, kesehatan, penawaran usaha dan penawaran kerja. Whattsapp menjadi media sosial yang menempati peringkat pertama sebagai penyampai pesan kepada masyarakat dengan bidang pekerjaan wiraswasta,pekerja kantoran, ibu rumah tangga dan pelajar atau mahasiswa. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pesan kesehatan berbeda-beda. Masyarakat yang berwiraswasta memiliki tingkat kepercayaan tertinggi atas pesan kesehatan yang diterima. Sikap masyarakat terhadap pesan kesehatan secara mayoritas adalah kadang-kadang mengikuti dan meneruskan pesan. Penerimaan masyarakat terhadap pesan kesehatan melalui media sosial sebagian besar termasuk pada kelompok negotiated position dan sebagian kecil termasuk pada kelompok dominant hegemony position.