Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAPING FAKTOR PENYEBAB STUNTING PADA BALITA DI DESA SURONALAN MAPING FAKTOR Sri Margowati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.7 KB)

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menurunkankualitas sumber daya manusia. Kasus stunting di KabupatenMagelang sebesar 37,6 persen menempati peringkat kedua di JawaTengah. Desa Suronalan merupakan lokus stunting dengan kasussebesar 37,06 persen dan menempatkan pada rangking kedua diKabupaten Magelang. Adanya Kebijakan Bupati tahun 2020 gunamenekan lokus (kejadian lebih 30 persen) menjadikan DesaSuronalan sebagai fokus dari penelitian ini. Penelitian observasionalterhadap ibu dan balita di 4 posyandu yang ada terhadap seluruhbalita (119). Metode pengambilan data menggunakan wawancara,kuesioner dan pengukuran pada bulan Februari sampai April.Analisis terhadap faktor penyebab stunting antara lain;1) panjangbadan saat lahir,2) Pemberian ASI Eksklusif, 3) Pendapatankeluarga, 4) Pengetahuan tentang gizi, dan faktor lain yaitu 5) sosialbudaya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatanidentifikasi pemetaan kasus stuntingdi bulan Maret 2020 dari 5,94persen menjadi 54,9 persen. Faktor dominan penyebabstunting adalah sosial budaya, yang dapat dilihat pada usia ibumenikah kurang dari 20 tahun (76,6%), serta usia pertamahamil dan melahirkan kurang 20 tahun (61,7%) hinggaberpengaruh pada kesiapan psikososial ibu dalam memberikanpola asuh pada anaknya. Perilaku merokok dan perokok aktifdilingkungan anak juga memberi kontribusi kejadian stuntingsebesar 67,2%