Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Samping Penggunaan Hidroksiklorokuin Dalam Terapi Kasus Covid-19 Eva Yulyasti; Listiana Masyita Dewi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.371 KB)

Abstract

Hasil studi in vitro menunjukkan bahwa hidroksiklorokuin lebih baik dalam mengobati Covid-19. Pada bebearap artikel menyebutkan efek samping yang berbeda-beda, sehingga akan dilakukan analisis guna mengetahui efek yang paling sering terjadi. Review ini bertujuan untuk menganalisis artikel yang menyatakan adanya efek samping yang sering ditimbulkan akibat penggunaan hidroksiklorokuin dalam tatalaksana Covid-19. Sejumlah 10 artikel didapatkan setelah screening. Terdapat beberapa efek yang sering ditimbulkan akibat penggunaan hidroksiklorokuin pada pasien Covid-19. Hidroksiklorokuin tidak memberikan manfaat terhadap terapi Covid19 dan timbul efek samping selama terapi. Efek samping yang paling sering ditimbulkanya adalah gangguan gastrointestinal (mual, muntah, dan diare) dan jantung (aritmia, perpanjangan gelombang QT).
Seorang Perempuan Usia 63 Tahun dengan Hipoglikemia, Diabetus Melitus, Hipertensi Grade II: Laporan Kasus Eva Yulyasti; N Nurhayani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipoglikemia merupakan suatu keadaan penurunan konsentrasi glukosa serum dengan atau tanpa adanya gejala sistem autonom dan neuroglikopenia. Prevalensi penderita yang mengalami hipoglikemia di Indonesia belum diketahui secara pasti, akan tetapi berdasarkan hasil studi Health Maintenance Organization (HMO) menyatakan bahwa kejadian hipoglikemia sejalan dengan peningkatan prevalensi diabetes. Laporan Kasus : seorang perempuan usia 63 tahun dengan penurunan kesadaran. Pasien mengalami penurunan kesadaran setelah di injeksi insulin novorapid 18 IU pada sore hari dengan GDS 28 mg/dl. Pasien memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus sejak kurang lebih 3 tahun, dan saat ini rutin pengobatan dengan insulin novorapid 16 iu 3 kali sehari. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran : E2V2M3, tekanan darah : 158/116 mmHg, nadi : 81 x/menit, pernafasan : 27 x/menit, suhu : 35,60C, Saturasi oksigen : 93% free air. Setelah diberikan infus infus D10% dan D40% 20 tpm mikro, pasien mengalami perbaikan kesadaran dan kadar gula kembali normal.kesimpulan : Hipoglikemia ditandai dengan menurunnya kadar glukosa darah <70 mg/dl (<4,0 mmol/L) dengan atau adanya whipple’s triad, yaitu terdapat gejala-gejala hipoglikemia, seperti kadar glukosa darah yang rendah, gejala berkurang dengan pengobatan.