Health literacy sangat berpengaruh dalam memperoleh segala macam informasi untuk mencapai kepatuhan minum obat bagi penderita DM tipe 2 untuk menjalani pengobatan. Kurangnya pemahaman pada penderita DM tipe 2 akan pentingnya pengobatan akan mempengaruhi kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosiodemografi memiliki hubungan dengan health literacy dan kepatuhan minum obat dan untuk mengetahui hubungan antara health literacy dengan kepatuhan minum obat pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Temanggung. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross-sectional yang dilakukan pada 70 penderita DM tipe 2 di Puskesmas Temanggung menggunakan kuesioner untuk pengumpulan data. Pengukuran tingkat health literacy menggunakan kuesioner Health Literacy Scale (HLS) dan tingkat kepatuhan minum obat diukur dengan Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Hasil penelitian ini terdapat hubungan antara sosiodemografi responden yaitu pendidikan berhubungan dengan health literacy dan lama terdiagnosis berhubungan dengan kepatuhan mium obat dengan uji chi-square (p>0,05). Untuk health literacy dengan kepatuhan minum obat tidak memiliki hubungan pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Temanggung dengan uji kolerasi pearson dengan nilai signifikasi 0,994. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan lebih banyak referensi dan pengembangan pengetahuan bagi lebih banyak peneliti, sehingga dapat melakukan penelitian tentang health literacy dan kepatuhan minum. Bagi tenaga kesehatan dengan meningkatkan health literacy dan kepatuhan minum obat memberikan informasi-informasi medis seperti memberikan beberapa program pendidikan kesehatan pada pasien DM tipe 2 dan melakukan edukasi secara intensif untuk memberikan edukasi ke pada pasien khusunya pada pasien dengan pendidikan rendah dan usia lanjut.