Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PENGENALAN LITERASI DIGITAL MENGGUNAKAN MICROSOFT POWER POINT Yaasmiin nuhaa asa Putri; Roni Sefia; Fariz Septiawan; Aldo Hermawan Suryana; Roizza Dema Nurikhwan; Rio Antono; Muhammad Irfannurroja; Muhammad Djafar; Yogi Rizky Pangestu; Dhiwa Gemilang Pramadhani; Maulana Fansyuri
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 1 No. 2 (2022): November
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.465 KB)

Abstract

Penggunaan internet memberi dampak yang serius untuk masa depan. Khususnya terjadi saat ini dimana pandemi Covid-19 mengubah berbagai pola aktivitas kita. Bahkan sekarang anak-anak dituntut agar dapat menggunakan media digital sebagai sarana pendidikan degan baik. Peluang mudahnya pengaksesan internet disemua kalangan mampu memberikan dampak yang serius bagi semua aspek. Tanpa adanya pengenalan literasi digital memunculkan tindakan tidak bertanggung jawab seperti hoax. Anak- anak warga Jalan Mawar, Ciputat, Banten, kesulitan dalam mendapatkan fasilitas literasi digital, agar anak-anak dapat mengevaluasi dan memanfaatkan informasi secara tepat, cermat dan patuh hukum. Kami mengajukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema Sosialisasi dan pengenalan literasi digital menggunakan Microsoft Power point. Pelaksanaan kegiatan pengabdian berlangsung pada hari Minggu, tanggal 16 Oktober 2022, jam 9 pagi bertempat di Pendopo Musholla. Isi materi akan menampilkan pengertian literasi digital, manfaat literasi digital, dampak baik dan buruk teknologi digital, ciri-ciri hoax dan bagaimana cara agar terhindar dari berita hoax. Hasil dari kegiatan sosialisasi dan penerapan literasi digital menggunakan Microsoft Power point memberikan pemahaman bagaimana cara mereka agar terhindar dari berita hoax dengan mengamati perbedaan antara artikel berita yang dipaparkan dalam kegiatan.
Analisis Pengaruh Artifical Intelligence Terhadap Kualitas, Efisiensi, dan Pemahaman Penyelesaian Tugas Mahasiswa Metode Unsupervised Learning Fariz Septiawan; Adam Muiz
Digital Transformation Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Periode Maret 2026
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v6i1.9051

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak Artificial Intelligence (AI) terhadap kualitas tugas, efisiensi waktu, dan pemahaman materi di kalangan mahasiswa. Dengan menggunakan algoritma K-Means Clustering pada data kuesioner dari 35 responden, penelitian ini berhasil mengelompokkan mahasiswa ke dalam tiga profil pengguna AI: pengguna AI seimbang (optimal), pengguna minimal, dan pengguna intensif (berisiko ketergantungan). Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert dan pengukuran numerik. Data kemudian diproses dengan standardisasi Z-score dan reduksi dimensi menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk pemrosesan dan visualisasi yang efisien. Penentuan jumlah klaster optimal (k=3) didukung oleh Elbow Method, yang menunjukkan "titik siku" optimal pada WCSS, dan Silhouette Score rata-rata tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi penyelesaian tugas mahasiswa. Mahasiswa dalam klaster "Penggunaan AI Seimbang (Optimal)" (Klaster 0) menunjukkan kualitas tugas yang baik (rata-rata 4.00) dan efisiensi tinggi (rata-rata 4.31) dengan ketergantungan yang rendah (rata-rata 2.46). Klaster "Pengguna Minimal" (Klaster 1) memiliki frekuensi penggunaan AI terendah (rata-rata 2.85), dengan kualitas tugas dan efisiensi yang lebih rendah. Sementara itu, klaster "Pengguna Intensif (Berisiko Ketergantungan)" (Klaster 2) menunjukkan frekuensi penggunaan AI tertinggi (rata-rata 5.00), serta kualitas tugas (rata-rata 4.44) dan efisiensi (rata-rata 4.89) yang sangat tinggi, namun dengan risiko ketergantungan yang signifikan (rata-rata 4.78). Meskipun AI menawarkan manfaat, temuan ini menyoroti perlunya pendekatan yang seimbang dalam penggunaan AI untuk menghindari ketergantungan yang berlebihan dan potensi penurunan pemahaman mendalam serta keterampilan berpikir kritis. Oleh karena itu, direkomendasikan agar institusi pendidikan mengembangkan pedoman yang jelas dan etis untuk penggunaan AI dan meningkatkan literasi digital mahasiswa.