Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Kandungan Krim Pemutih Penyebab Kanker Kulit Dengan Perilaku Pencegahan Penggunaan Pada Mahasiswa Di Universitas Muhammadiyah Gombong Bambang Utoyo; Podo Yuwono
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.439 KB)

Abstract

Latar Belakang, Kanker kulit adalah dimana kulit kehilangan kemampuan untuk beregenerasi dan tumbuh secara normal. Penggunaan krim dapat menyebabkan kankerkulit karena mengandung bahan kimia yang bersifat karsinogenik. Mahasiswa harusmemiliki pengetahuan dan perilaku yang cukup terhadap penggunaan krim pemutihyang dapat menimbulkan kanker kulit. Penyebab krim pemutih dapat menyebabkankanker yaitu karena krim pemutih yang mengandung bahan kimia yang bersifatkarsinogenik seperti merkuri, hidroquinon dan zat lain yang dapat memicu timbulnyasel kanker karena mudah diserap oleh kulit. Banyak remaja yang menggunakankosmetik krim pemutih dikarenakan adanya keterkaitan gaya hidup, situasi ekonomi,faktor lingkungan dan kebutuhan akan produk kosmetik tersebut. Tujuan Penelitian, Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentangkandungan krim pemutih penyebab kanker kulit dengan perilaku pencegahanpenggunaan krim pemutih berbahaya pada mahasiswa di Sekolah Tinggi IlmuKesehatan Muhammadiyah Gombong. Metode Penelitian, Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampeldiperoleh sebanyak 30 responden. Uji hipotesis dalam penelitian ini adalah Univariatdan Bivariat. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner terdiri dari 20 pertanyaandengan menggunakan skala ordinal. Hasil Penelitian, Adanya hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan tentangkandungan krim pemutih penyebab kanker kulit dengan perilaku pencegahanpenggunaan krim pemutih berbahaya pada mahasiswa di sekolah tinggi ilmu KesehatanMuhammadiyah Gombong. Hal ini dibuktikan dengan p value = 14,605 dengan nilaisignifikansi 0,06 yang berarti signifikansi > 0,05. Kesimpulan, Semakin baik pengetahuan tentang kandungan krim pemutih penyebabkanker kulit maka perilaku pencegahan penggunaan krim pemutih berbahaya jugasemakin baik.
The Effectiveness of Swiss Ball Exercise to Increase Balance and Mobility of Patient with Stroke Putra Agina Widyaswara Suwaryo; Eko Budi Santoso; Bambang Utoyo
Babali Nursing Research Vol 4 No 2 (2023): April
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2023.42135

Abstract

Stroke cases increased to 10.9% in 2018 or an estimated 2.1 million people. Central Java was ranked in the top 10 with 11.8% of stroke cases. Post-stroke control adherence to health care facilities nationally is also still low. The development of treatment methods for stroke patients has been very rapid in hospitals, starting from therapy, rehabilitation care and the results have shown a decrease in mortality due to stroke in the acute phase. The most effective method to improve balance and mobility of post-stroke patients is using Swiss Ball Exercise. The purpose of this study was to prove the effectiveness of Swiss ball exercise on the level of balance and mobility in post-stroke patients. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design, with a post-stroke patient population. The sample in this study was taken by consecutive sampling technique, with the inclusion criteria of acute post-stroke patients who experienced pharese or weakness of the upper and lower limbs for a duration of 1-3 months, aged 40-60 years, male and female patients, no disturbances. visual and sensory disturbances. Exclusion criteria were patients with spinal deformity, mental disorders, a history of spinal surgery, hemorrhagic stroke and cognitive deficits. The research sample amounted to 36 people who were divided into 2 groups. The first group got Swiss Ball Exercise in 35-40 minutes for 6 days/week once a day for 3 weeks. The results showed that the control group and the intervention group were 18 respondents respectively. Swissball exercises were carried out by respondents with the assistance of a facilitator for 6 times in 1 week and were carried out for 3 weeks, a total of 18 times. The results of statistical tests using the Wilcoxon test showed that there were significant changes in stroke patients, the majority of whom had non-hemorrhagic strokes. These changes were assessed using the Berg Balance Scale (p=0.005) and the Time Up Go Test (p=0.002) in the intervention group. Conclusion that swiss ball exercise is effective to improve balance and mobility of post-stroke patients
Faktor risiko diabetes melitus pada lansia di wilayah pedesaan: Analisis Epidemiologi Cross-Sectional: Risk factors for diabetes mellitus in elderly in rural areas: A cross-sectional epidemiological analysis Podo Yuwono; Ernawati; Bambang Utoyo
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v5i1.387

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama pada kelompok lansia. Kondisi ini semakin kompleks pada masyarakat pedesaan akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, rendahnya tingkat pendidikan, dan rendahnya pemahaman mengenai pencegahan penyakit. Faktor risiko seperti pola makan tidak sehat, aktivitas fisik rendah, obesitas, dan riwayat keluarga turut memperbesar beban DM pada lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di wilayah pedesaan Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan epidemiologi analitik. Sebanyak 80 responden lansia berusia ≥60 tahun direkrut dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan pemeriksaan klinis meliputi indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan kadar gula darah sewaktu. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji chi-square dan independent t-test. Hasil: Sebanyak 35% responden teridentifikasi menderita DM. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendidikan (p=0,045), aktivitas fisik (p=0,027), dan riwayat keluarga DM (p=0,002) berhubungan signifikan dengan kejadian DM. Variabel numerik menunjukkan perbedaan signifikan pada umur (p=0,021), IMT (p=0,032), dan tekanan darah (p=0,009) antara kelompok dengan dan tanpa DM. Jenis kelamin tidak berhubungan signifikan dengan status DM (p=0,360). Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian DM pada lansia di pedesaan meliputi pendidikan, aktivitas fisik, riwayat keluarga, umur, IMT, dan tekanan darah. Temuan ini menegaskan bahwa DM pada lansia pedesaan dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosiodemografi.