Agus Ari Pratama
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SADARI: Upaya Mencegah Kanker Payudara Pada Usia Remaja Ni Ketut Putri Marthasari; Putu Agus Ariana; Agus Ari Pratama; Kadek Yudi Aryawan; Mochamad Heri
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.342 KB) | DOI: 10.22334/jam.v2i2.26

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit umum pada wanita dan dapat meenyebabkan kematian. Penyakit ini biasanya muncul di negara-negara dengan pendapatan rendah dan menengah dengan kebanyakan diagnosis penyakit ini yaitu pada studium lanjut. Kanker payudara saat ini merupakan jenis kanker yang paling mendominasi di Indonesia. Kanker payudara cenderung berdampak pada perempuan terdapat 8 sampai 10 kasus kanker payudara terjadi pada perempuan diusia dini. Indonesia yang masih menjadi negara berkembang di Asia Tenggara berada di urutan ke 8, kanker payudara juga merupakan masalah utama jenis kanker yang terbanyak diderita oleh perempuan Upaya deteksi dan skrining dini menjadi sangat penting ditengah masih ditemukannya kasus pada tahap awal. Masa remaja adalah waktu perubahan cepat yang memberikan kesempatan mengajar untuk membentuk perilaku sehat hingga dewasa. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan Pendidikan Kesehatan bagi remaja putri dalam deteksi dini kanker payudara serta mengenai perawatan payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di SMAN 1 Kubutambahan. Tahap pelaksanannya adalah dengan memberikan penyuluhan dan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) yang dihadiri oleh 21 siswa. Kemudian tahap evaluasi dengan melihat pemahaman dan perilaku siswa dalam melaksanakan SADARI dengan memberikan pertanyaan atau timbal balik dari semua informasi yang diberikan di tahap pelaksanaan. Hasilnya bahwa seluruh siswa perempuan dapat melakukan praktik SADARI sebagai tes skrining tentang kanker payudara.
PENGARUH KOMBINASI SENAM KAKI DENGAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP QUALITY OF LIFE PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS SUKASADA I Putu Ayu Oktavia Kusuma Dewi; Agus Ari Pratama; Putu Indah Sintya Dewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57107

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan kerja insulin. Diabetes Melitus tipe 2 dapat menurunkan kualitas hidup pasien akibat komplikasi fisik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi senam kaki dan aromaterapi lavender terhadap quality of life pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Sukasada I pada 29 Desember 2025 hingga 29 Januari 2026. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dari total populasi 110 penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pretest–posttest control group dan teknik purposive sampling. Intervensi berupa senam kaki yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner DQOL-BCI. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa nilai p-value 0,001 (p<0,05), maka dapat diartikan terdapat pengaruh yang signifikan. Sedangkan pada kelompok kontrol  menunjukkan bahwa nilai p-value 0,951 (p>0,05), maka dapat diartikan tidak ada pengaruh yang signifikan. Hasil uji Mann–Whitney pada variabel Quality of Life pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sukasada I, diperoleh nilai signifikansi posttest sebesar p-value 0,005 (p<0,05). Intervensi non-farmakologis ini telah terbukti sebagai metode yang bermanfaat dalam membantu pasien mengelola dampak penyakit mereka secara lebih holistik, sehingga sangat disarankan untuk diimplementasikan sebagai bagian dari perawatan pemeliharaan berkelanjutan di fasilitas perawatan kesehatan primer.