Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KREDIT BERMASALAH DITINJAU DARI NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK Hendriady de Keizer H; Gunardi Gunardi; Sugiyanto Sugiyanto; Adri Arisena
Jurnal Co Management Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manajemen dan Ilmu Sosial : Co-Management
Publisher : IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menilai seberapa besar kredit yang bermasalah jika ditinjau dari Non Performing Loan (NPL) di perusahaan perbankan yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan menggunakan teknik studi kepustakaan dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Dalam penelitian ini menggunakan alat hitung rasio keuangan Non Performing Loan (NPL) sebagai teknik analisis data. Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa rasio NPL tertinggi terjadi pada tahun 2016 yaitu sebesar 3.96% dan rasio NPL terendah terjadi pada tahun 2019 sebesar 2.39%. Rata-rata NPL selama 5 tahun dimulai dari tahun 2016-2020 yaitu sebesar 3.17% berada pada predikat sehat.
Model Pemisahan (Spin-Off) Unit Simpan Pinjam Menjadi Koperasi Simpan Pinjam yang Independen Sugiyanto Sugiyanto; Mutiara Nur Azizah
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 2 No. 1 (2026): J-Coop : Journal of Co-operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v2i1.62

Abstract

This study aims to formulate a spin-off model for Savings and Loan Units (USP) into independent Savings and Loan Cooperatives (KSP), as mandated by the Regulation of the Minister of Cooperatives and SMEs of the Republic of Indonesia Number 8 of 2023. The study uses a qualitative case study approach, data were collected through interviews and document analysis at the Bandung City Government Employees Cooperative (KPKB), whose USP assets exceed 50% of the cooperative's total assets. The study findings indicate that a successful spin-off requires comprehensive preparation in several key aspects: institutional and legal compliance, organizational restructuring, membership separation, asset and capital division, human resource readiness, and operational infrastructure. Based on these considerations, the study proposes a multi-stage spin-off model that includes: (1) member approval through the Annual Members Meeting (RAT), (2) preparation of a legal deed, (3) registration through the Online Single Submission (OSS) system, and (4) establishment of an independent KSP governance structure. The main challenges identified include regulatory complexity, administrative readiness, member acceptance, and initial operational costs. Conversely, spin-offs offer significant opportunities to improve financial transparency and accountability, service focus, and long-term business sustainability. This model provides practical guidance for cooperatives undergoing similar mandatory transitions and contributes to the evolving literature on cooperative restructuring and compliance with financial sector regulations.
UPAYA MENCEGAH PIUTANG MACET BERBASIS PENDEKATAN PENGENDALIAN INTERNAL Sugiyanto Sugiyanto; Wahyudin Wahyudin; Rahmina Puspa Aliza Ridwan; Lia Juhriah Lukitawati
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (EKO-BISMA) Vol 1 No 1 (2022): JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (EKO-BISMA)
Publisher : PUBLISHER ABISATYA DINAMIKA ISWARA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.297 KB) | DOI: 10.58268/eb.v1i1.5

Abstract

Abstract Cooperative members can improve their economic situation through their work in the organization. The Official Employee Cooperative is a multi-purpose cooperative that operates in various industries. Members of the Service Employees Cooperative are members of the Cooperative. This study aims to find out how the cooperative's internal control of receivables reduces bad debts by understanding how non-performing loans arise, the causes that cause uncollectible accounts, and the cooperative's internal control of bad debts and uncollectible accounts. A descriptive qualitative approach was used. Based on the results of this study, internal control in reducing bad debts for employees has been implemented, but has not been efficient, resulting in bad debts increasing every year.
Pelatihan Penerapan Perhitungan Pajak Penghasilan Badan pada Koperasi bagi Peserta Praktik Lapang Perkoperasian di Daerah Istimewa Yogyakarta Sugiyanto Sugiyanto
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 2 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap badan atau organisasi tentu tidak terlepas dari kewajiban dalam membayar pajak sebagai kontribusi kepada negara. Hal ini berlaku juga bagi koperasi, sebagai wajib pajak koperasi juga sebagai wajib pungut pajak atau pemotong pajak tertentu. Dalam pelatihan ini difokuskan pada penerapan perhitungan pajak penghasilan atas badan. Kegitan ini dilaksanakan menggunakan metode pelatihan secara on line yang didukung dengan menampilkan visual materi dalam bentuk power point dilengkapi dengan contoh perhitungan agar lebih memberikan pemahaman yang jelas dan utuh mengenai penerapan perhitungan pajak badan pada koperasi. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi seputar penerapan pajak pada koperasi. Melalui metode pelatihan ini dapatmeningkatkan pengetahuan dalam menerapkan pajak pada koperasi.
Pelatihan Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi dengan Metode Actual To Budget+ Sugiyanto Sugiyanto
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 1 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penyusunan Rencana Anggaran Pendapat dan Biaya Koperasi (RAPBK) masih banyak ditemukan ketidakkonsistenan antara metode yang digunakan dan pemanfaatannya. Kondisi ini perlu penyelesaian melalui pendekatan pelatihan untuk para pengelola koperasi seperti pengurus, pengawas, manajer dan bagian keuangan. Pelatihan menggunakan pendekatan pelatihan orang dewasa dengan mengutamakan komunikasi dua arah dan praktik. Hasil dari pelatihan selain tersusunnya materi penyusunan RAPBK dengan metode actual to budget +, juga telah menyadarkan peserta betapa pentingnya RAPBK bagi pengelola koperasi sebagai pedoman kerja, prioritas alokasi dana dan pengendalian usaha serta dapat memberikan umpan balik untuk setiap tahapan operasional usaha koperasi. Dasar pengelolaan keuangan koperasi adalah RAPBK untuk mengarahkan pencapaian tujuan dan keberlanjutan koperasi.
Pendampingan Penyelesaian Piutang Bermasalah pada Koperasi Karyawan Jayawijaya PT. KPI Sugiyanto Sugiyanto
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendampingan ini dilakukan sebagai upaya untuk membantu Koperasi Karyawan Jayawijaya PT KPI, Kabupaten Timika, Papua. Pada koperasi tersebut sedang dihadapkan pada permasalahan piutang usaha dengan jumlah besar, sejak tahun 2018 tidak dapat ditagih. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif, dimulai dengan persiapan dan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sampai saat ini baru dua tahap kegiatan yang dilaksanakan, untuk evaluasi masih menunggu keputusan Rapat Anggota yang akan dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Hasil dari pendampingan disepakati bahwa koperasi dapat melakukan write off terhadap piutang usaha yang bermasalah dengan menghapuskan secara keseluruhan pada akhir tahun buku 2024 atau bertahap selama 5 tahun, tergantung keputusan dalam RAT. Ke depan koperasi perlu mengantisipasi dengan melakukan penyisihan untuk membentuk cadangan (allowance).