I Ketut Ardana
IKIP Saraswati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Pembelajaran Filsafat Hindu: Studi Teks Filsafat India Klasik dan Proyeksinya pada Pembelajaran Filsafat Hindu Dewasa ini Ni Kadek Surpi; I Ketut Ardana
Jurnal Penelitian Agama Hindu Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.234 KB) | DOI: 10.37329/jpah.v6i4.1696

Abstract

The method of learning philosophy is an important key in understanding the tree of knowledge of Indian philosophy. This method has been explored by sages and writers since classical times as an integral part of the discussion of darśana. However, this method does not seem to have been adopted in learning Hindu philosophy in Indonesia. This research is a text study that discusses the Hindu philosophy learning method described by Hindu philosophers and thinkers as a learning tool. Data obtained through literature study by examining several classical Indian philosophical texts, data analysis using Content Analysis. An important finding of this research is that the methodology of learning Hindu philosophy must begin by studying the three starting-points known as praṣṭana-trayā namely the upaniṣads, Bhagavad-gitā and the sūtra texts. Starting from the three starting-points of Vedānta (three starting-points of Vedānta) as praṣṭana-trayā namely upaniṣad, Bhagavad-gitā and Brahmā-Sūtra. In Vedanta it is called the triple cannon of Vedānta. Without following this procedure, failure will overshadow the students of philosophy. Therefore, learning praṣṭana-trayā is the starting point in an effort to understand the scientific tree of Hindu philosophy. These three starting points for learning philosophy should be adopted properly in order to improve thinking skills, reasoning skills, including improving writing, debate, argumentation and discussion skills.
Kualitas, Tugas Dan Kewajiban Seorang Brāhmana Menurut Pustaka Purana Ni Kadek Surpi; I Ketut Ardana
Vidya Darsan: Jurnal Mahasiswa Filsafat Hindu Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55115/vidyadarsan.v3i1.2555

Abstract

Varṇāśrama dharma merupakan konsep sentral dalam Pustaka purana yang mengajarkan tentang tatanan sosial dan spiritual masyarakat. Namun sayang dalam perkembangannya justru terjadi penyimpangan dengan lahirnya konsep kasta berdasarkan kelahiran. Tatanan spiritual juga tidak dijalankan secara baik oleh masyarakat Hindu di jaman modern ini, yakni dengan nyaris hilangnya pelaksanaan vanaprasta dan sanyasi. Guna membangun kembali masyarakat yang menjunjung nilai dharma, keharmonisan dan SDM yang unggul, upaya membangun kembali semangat dari kaum Brahmana menjadi sangat penting. Pustaka Purana menguraikan tugas dan kewajiban Brahmana adalah memutar roda pengetahuan, menebarkan kebajikan dan mendorong masyarakat untuk hidup berdasarkan prinsip-prinsip dharma, saling bertoleransi terhadap perbedaan keyakinan dan membangun keunggulan. Brahmana dengan keunggulan kecerdasannya semestinya memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kembali tananan masyarakat Hindu yang unggul untuk dapat hidup sejahtera sebagaimana tujuan agama Hindu ditengah masyarakat global dan penggunaan teknologi yang sangat pesat.