Syahrizal Syahrizal
Jurusan kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Aceh, Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi program STBM di Desa Payaroh Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Syahrizal Syahrizal; Nasrullah Nasrullah; Junaidi Junaidi; Kartini Kartini; Hamdani Hamdani
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 4, No 1 (2022): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.717 KB) | DOI: 10.30867/pade.v4i1.898

Abstract

Kebutuhan akan tenaga-tenaga pendukung dapat dilakukan dengan memberi penyuluhan dan pemicuan kepada masyarakat desa agar tau manfaat dari program STBM dan selanjutnya masyarakat desa tersebut dapat membantu masyarakat lainnya dalam menyelesaikan permasalahan sanitasi yang ada dalam lingkungan masyarakat tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program STBM kepada masyarakat danĀ  memberi pemahaman akan arti pentingnya sanitasi dasar bagi kehidupan bermasyarakat sehingga masyarakat dapat memicu masyarakat lainnya untuk peduli dan mau mengatasi permasalahan sanitasinya sendiri. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat yang terhimpun di meunasah desa Payaroh yang berjumlah 30 orang dengan waktu kegiatan selama 3 hari, dengan metode pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan dan pemicuan dan rancangan evaluasi dalam bentuk pretest dan posttest untuk penyuluhan dan terpicu dan tidak terpicu untuk kegiatan pemicuannya. Hasil kegiatan menunjukkan penilaian pre test masih sangat kurang mengetahui tentang program STBM bagi masyarakat desa Ulee Tui mungkin dikarenakan masih kurangnya tingkat sosialisasi yang dilakukan oleh instansi-instansi terkait dan dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dalam bentuk Penyuluhan dapat memberikan gambaran baru dan pengetahuan bagi masyarakat. Untuk kegiatan pemicuan masyarakat perlu sering-sering dilatih dan diasah kembali agar mempunyai kemampuan untuk memicu masyarakat lainnya, dimana terlihat dari praktek pemicuan yang dilakukan masih berjalan kaku dalam masih kurang masyarakat yang merespon dan terpicu.