Muhammad Akbar Wiratama
Jurusan Digital Communication & Media Management, Fakultas Pasca Sarjana Komunikasi Institut Komunikasi dan Bisnis

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN LAYANAN OVER THE TOP BIOSKOP ONLINE DALAM DISTRIBUSI FILM INDEPENDEN ‘THE BOY WITH MOVING IMAGE’ DI MASA PANDEMI COVID-19 Anggraini Tri Rahmawati; Muhammad Akbar Wiratama
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 8 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i8.2022.3139-3146

Abstract

Pandemi saat ini mendorong banyak perubahan, termasuk dalam perilaku konsumsi media yang mempengaruhi strategi distribusi, eksibisi, dan bisnis film. Penggunaan layanan digital Over the Top di Indonesia secara legal dan berbayar kini menjadi salah satu alternatif yang banyak digunakan konsumen. Penelitian ini membahas tentang bagaimana layanan streaming digital membantu sineas film independen untuk mendistribusikan filmnya menggunakan media baru, serta mengetahui kendala, solusi, dan tantangan yang dihadapi dalam pendistribusian film digital. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi kasus untuk mengilustrasikan dan menginterpretasikan distribusi digital film independen ‘The Boy with Moving Image’ yang dilakukan melalui BioskopOnline. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat analisis studi kasus dengan wawancara secara mendalam ditambah pengumpulan kajian pustaka. Hal ini merupakan upaya untuk melihat seberapa jauh pemanfaatan layanan BioskopOnline dalam distribusi film independen di tengah masyarakat, terlebih di masa pandemi COVID-19. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi digital film independen ‘The Boy with Moving Image’ yang telah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan distribusi film pada umumnya. Namun, cara distribusi konvensional tetap menjadi barometer dan poin tambah sendiri untuk promosinya karena adanya standar film yang tinggi. Dengan demikian, proses pemetaan distribusi film perlu diperhatikan agar akuisisi film lebih mudah dan standarisasi film yang ditampilkan harus ditata agar meningkatkan daya minat penonton.