Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Gangguan Pemutus Tenaga Mesin Cane Cutter I Adib Chumaidy
SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (954.118 KB) | DOI: 10.37277/stch.v28i2.235

Abstract

Pabrik tua mengalami tuntutan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi. Perbaikan, renovasi, penambahan peralatan listrik dan mesin produksi sebagai pendukung produksi harus dilakukan. Untuk peralatan listrik dan mesin yang berusia di luar batas waktu aman. Salah satunya: pemutus sirkuit tipe ACB-A, pembebanan peralatan listrik yang melebihi batas waktu pada instalasi aman akan berakibat parah, menjadi ledakan api yang menimbulkan kerusakan total produksi. Dibebani mesin Cane Cutter I yang membutuhkan torsi besar karena ada celah sempit yang sangat ekstrim. Dibandingkan energi yang dibutuhkan tenaga besar, dibutuhkan tenaga energi yang besar, sistem kelistrikan dan pemasangan peralatan listrik harus mempertimbangkan regulasi listrik dan PUIL 2000 atau standar Internasional, sehingga kelangsungan energi tenaga listrik aman. Penggunaan motor listrik / Cane Cutter I harus dipertimbangkan lebih dalam sistem listrik, karena untuk memotong tebu, maka torsi beban yang sangat besar terlalu besar dan celah yang ekstrim, dapat menyebabkan Rotor Terkunci. Dengan metode IEC 60 909 pada tahun 2022 untuk menghitung kebisingan arus rotor yang dikunci; penyederhanaan karena perhitungan tidak bergantung pada status operasi arus beban yang sedang berlangsung dan yang akan datang. Dengan serangkaian analisis dan arus hubung singkat menggunakan rumus total arus simetris kesalahan 3-fasa yang diperoleh dengan waktu pemutusan beban terbesar lebih cepat daripada pengaturan waktu. Arus gangguan ACB downstream ini dilindungi dan tidak terlindungi kemudian ACB Hulu yang melakukannya (ACB titik A), arus gangguan ini menyebabkan ledakan / kebakaran di titik ACB A. ACB titik A mungkin telah melampaui batas waktu aman dan berfungsi. peralatan perlindungan ACB titik A adalah Unit Perjalanan Elektronik atau Solid / dapat disesuaikan sepenuhnya, arus gangguan melebihi batas aman (Imax overload dan sepenuhnya dapat disesuaikan).Kata Kunci : Mesin Potong Tebu I, Celah ekstrim, Rotor Terkunci, arus gangguan, ACB titik A, batas beban berlebih dan waktu hidup aman.
Analisa Pemilihan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Berdasarkan Kebutuhan Beban Jangka Menengah Adib Chumaidy
SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 29 No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.577 KB) | DOI: 10.37277/stch.v29i1.310

Abstract

Konsumsi tenaga listrik di Provinsi Bali tiap tahunnya mengalami peningkatan, hal ini dapat dibuktikan dari data besar beban puncak pada tahun 2008 – 2017. Kondisi sistem kelistrikan di Bali yang disupply oleh sistem Jawa-Bali melalui kabel laut dan ketersediaan pembangkit dengan sumber minyak bumi dan batu bara sebesar 1278 MW, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik perlu dilakukan pembangunan pembangkit baru untuk mencukupi kebutuhan energi listrik. Perencanaan tersebut berdasarkan pada perhitungan proyeksi beban pada 5 (lima) tahun mendatang, dimana pada tahun 2021 perkiraan beban mencapai 1343,30 MW melebihi kapasitas pemasok daya. Dengan memanfaatkan sumber energi primer panas bumi di Bali, yang diketahui berada di 6 (enam) titik lokasi terduga. Dari hasil perhitungan sumber daya spekulatif di masing-masing titik lokasi, pada daerah Buyan-Beratan dapat menghasilkan potensi listrik dari panas bumi sebesar 282,3 MW, dimana besar potensi ini dapat mencukupi defisit energi hingga tahun 2022.Kata kunci : Beban Puncak, Prakiraan Beban, Energi Panas Bumi, PLTP