Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Model Pengembangan Wisata Budaya Terhadap Upaya Pelestarian Di Kampung Naga, Garut, Indonesia Maulina Dian P; Ima Rachima Nazir
SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.54 KB) | DOI: 10.37277/stch.v28i2.237

Abstract

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan warisan budaya (cultural heritage) Heritage merupakan warisan (budaya) masa lalu, yang seharusnya dilestarikan dari generasi ke generasi karena memiliki nilai-nilai luhur. Pemanfaatan melalui pariwisata merupakan salah satu model pelestarian ,karena pariwisata mempunyai karakteristik yang unik dan sekaligus dapat menjadi alternatif jawaban atas problem pelestarian warisan budaya. Melalui pariwisata potensi-potensi lain yang ada di kawasan tersebut juga akan memperoleh peluang untuk berkembang sebagai kelengkapan penting dalam suatu sistem industri (pariwisata). Kampung Naga merupakan salah satu Desa Adat yang ada di Indonesia dan masih terjaga kelestariannya. Kampung ini merupakan contoh perkampungan di Indonesia yang memiliki sense of place dan berusaha mempertahankannya. Namun terjadi sebuah dilema dalam pengembangan pariwisata sebagai upaya pelestarian kawasan bersejarah. Dilema ini terjadi karena sense of place kawasan bersejarah ini menjadi sebuah produk yang dijual, dimana ketika kegiatan wisata tersebut beralih sebagai sebuah jualan produk yang dipasarkan pada konsumen (wisatawan) sehingga fokus dari upaya pelestarian (conservation) lebih berpihak pada kebutuhan dari konsumen bukan terhadap masyarakat yang ada. Kajian ini akan melihat sejauh mana dampak model pariwisata pada pelestarian warisan budaya pada Kampung Naga-Garut , Indonesia. Hasilnya masyarakat merasa kebudayaannya akan terpengaruhi oleh wisatawan yang berkunjung ke kampung naga,karena wisatawan yang berkunjung memiliki akses yang mudah untuk berkeliling pada kawasan pemukiman warga Kampung Naga.Kata Kunci : warisan budaya, pariwisata, pelestarian
Analisis Perhitungan Akustik Kaitannya Dengan Optimalisasi Auditorium Vicky Halim; Ima Rachima Nazir; Maulina Dian P
SAINSTECH: JURNAL PENELITIAN DAN PENGKAJIAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Penelitian dan Pengkajian Sains dan Teknologi
Publisher : Institut Sains dan Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1573.418 KB) | DOI: 10.37277/stch.v28i1.262

Abstract

Suatu ruangan dinilai baik atau tidaknya dari tinjauan akustik diperlukan parameter dasar akustiksalah satunya yaitu waktu dengung (reverberation time). Waktu dengung adalah parameter yang fundamentaluntuk menilai kualitas akustik suatu ruang. Faktor yang mempengaruhi waktu dengung adalah material yangdigunakan didalam ruangan, volume ruangan dan koefisien serap material pada ruangan tersebut. Suatupertunjukan atau acara lainnya pada sebuah auditorium dapat dinikmati dengan nyaman atau sebaliknya,sangat tergantung pada kualitas akustik ruang. Hasil pengukuran terhadap auditorium Rooseno sebagai studikasus menunjukkan bahwa auditorium mempunyai masalah pada waktu dengung (reverberation time). Hasilpengukuran pada auditorium Rooseno terlihat sangat buruk dengan nilai 4.56s ( T500hz ) jauh dibawah standaryang ditetapkan. Untuk itu dilakukan simulasi akustik dengan memasukkan parameter geometri ruangan,material akustik, noise criterion, suhu dan kelembapan. Hasil dari simulasi akustik dengan memasukkanparameter geometri ruangan, material akustik, noise criterion, suhu, kelembapan maka penurunan waktudengung menjadi 0.89s ( T500hz ). Persyaratan standard AS/NZS 2107:2000 untuk kategori "assembly hall over250 seats" adalah 0.6-0.8s. Terdapat selisih 0.09 poin lebih tinggi dari yang disyaratkan, namun kondisisimulasi akustik dilakukan tanpa memasukkan faktor kehadiran pendengar sehingga jika pendengar memenuhiAuditorium Rooseno maka nilai yang disyaratkan oleh AS/NZS 2107:2000 dapat terpenuhi