NILA HIDAYATI, NILA
UNTAG Samarinda

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KINERJA RUAS TERHADAP PARKIR PADA BADAN JALAN PANGLIMA BATUR DI KOTA SAMARINDA HIDAYATI, NILA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.733 KB)

Abstract

 Berdasarkan data Pemerintah Kota Samarinda bahwa bangunan di pinggir jalan tidak memiliki lahan parkir dari tahun ke tahun, sehingga penggunaan badan jalan sebagai lahan parkir di kota Samarinda khususnya di Jalan Panglima Batur menyebabkan kemacetan. Hal ini disebabkan masyarakat menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir dan pemilik tempat usaha atau kantor tidak memiliki lahan parkir dan menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir.Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui dan menghitung pengaruh parkir pada badan jalan (on street parking) terhadap kinerja ruas Jalan Panglima Batur di SamarindaAdapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pelayanan pada jam puncak (peak hour) ruas Jalan Panglima baturBerdasarkan analisis kinerja dengan metode MKJI’97 didapat ;Tingkat pelayanan jam puncak (peak hour) ruas jalan adalah :Segmen 1-   Kondisi ruas jalan tanpa ada parkirSebesar v/c rasio = 0,595 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.-   Kondisi ruas jalan ada parkirSebesar v/c rasio = 0,81 > 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = D, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.Segmen 2-  Kondisi ruas jalan tanpa ada parkirSebesar v/c rasio = 0,650 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.-  Kondisi ruas jalan ada parkirSebesar v/c rasio = 0,675 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.Segmen 3-  Kondisi ruas jalan tanpa ada parkirSebesar v/c rasio = 0,675 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.-  Kondisi ruas jalan ada parkirSebesar v/c rasio = 0,636 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan
PENGEMBANGAN PRANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MASALAH UNTUK MENDORONG KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKASI MATEMATIS hidayati, nila; Wardi, Zodatul
Educatio Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.299 KB) | DOI: 10.29408/edc.v10i2.162

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengembangkan  perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah yang valid, praktis, dan efektif, untuk mendorong kemampuan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis.Pengembangan model pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel &amp; Semmel yang telah dimodifikasi. Pengembangan model tersebut dimulai dari tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. Tahap penyebaran (dissemination) belum dilakukan dalam penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari: (1) lembar validasi perangkat, (2) lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, (3) lembar observasi aktivitas siswa, (4) angket kepraktisan menurut guru, (5) angket kepraktisan menurut   siswa, (6) tes kemampuan berpikir kritis, dan (7) tes kemampuan komunikasi matematis. Data kevalidan dan kepraktisan dianalisis dengan mengkonversi skor menjadi data kualitatif skala lima  sedangkan  data  keefektifan  dianalisis  dengan  prersentase  ketuntasan belajar dan uji one sample tes.Melalui  proses  pengembangan,  telah  dihasilkan:  (1)  perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah dan (2) instrumen penelitian. Berdasarkan analisis uji coba lapangan,  hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kriteria kevalidan terlihat dari hasil analisis kevalidan perangkat pembelajaran matematika yang memenuhi kriteria valid, kriteria kepraktisan perangkat pembelajaran matematika dilihat dari skor angket kepraktisan menurut guru  yang memenuhi kriteria mudah digunakan dan skor angket kepraktisan siswa yang positif. Kriteria keefektifan perangkat pembelajaran matematika berdasarkan pada: (1) persentase ketercapaian ketuntasan belajar siswa secara klasikal dengan tingkat penguasaan minimal tinggi dan sangat tinggi adalah 80% dari 20 siswa yang mengikuti tes; (2) keterlaksanaan pembelajaran sudah memenuhi kriteria baik; dan (3) aktivitas siswa sudah memenuhi kriteria baik. Selain itu, hasil analisis komparasi antara kelas   eksperimen   dengan   kelas   kontrol   adalah:   (1)   terdapat   perbedaan keefektifan penggunaan perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah dengan penggunaan perangkat pembelajaran matematika yang sudah tersedia di sekolah ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis siswa, dan (2) penggunaan perangkat pembelajaran matematika berbasis masalah lebih efektif dibanding penggunaan perangkat pembelajaran matematika yang sudah tersedia di sekolah ditinjau dari kemampuan berpikir kritis dan komunikasi matematis siswa. Kata kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Komunikasi Matematis, Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM).
REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN PADA ANTOLOGI CERPEN PEREMPUAN-PEREMPUAN PEMENANG KARYA RAHMAT JABARIL Hidayati, Nila; Kadaryati; Sholeh, Khabib
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54141

Abstract

This study aims to describe the representation of women's images in the short story anthology "Women-Winners" by Rahmat Jabaril. A qualitative approach with descriptive methods was used in this study. The object of this study was the short story anthology "Women-Winners" by Rahmat Jabaril, published in 2022. The research data consisted of quotes, phrases, sentences, and paragraphs depicting women's images. Data collection techniques were carried out using reading and note-taking techniques. The research instrument was the researcher herself with the aid of data recording cards. Data analysis was carried out through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the analysis were presented using informal methods. The results showed that the representation of women's images is divided into two main aspects: self-image and social image. Women's self-image encompasses physical and psychological aspects. The physical aspect is shown through biological conditions, body changes due to activity, and physical aging. The psychological aspect depicts women as persistent, independent, responsible, able to accept the realities of life, but also experiencing mental stress and limitations in making life choices. Meanwhile, women's social image encompasses women's roles in the family and society. Within the family, women are portrayed as wives who maintain household harmony, loving mothers, and hardworking figures who provide for their families. In society, women are portrayed as active, independent, and productive individuals capable of contributing to the economy, yet they still face objectification and vulnerability in public spaces.
LITERASI FISIK DAN SPORTMANSHIP GURU PJOK: ANALISIS KOMPARATIF BERDASARKAN JENJANG SEKOLAH DI KABUPATEN PASURUAN Hidayati, Nila; Aswara, Agung Yuda; Sucipto, Adi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54228

Abstract

The increasing prevalence of sedentary lifestyles among children and adolescents highlights the strategic role of Physical Education, Sports, and Health (PESH) teachers in promoting active lifestyles and character development through sports. In this context, physical literacy and sportmanship are considered key indicators of PESH teacher professionalism. However, there remains an ongoing debate regarding whether these professional characteristics are shaped by differences in school levels or develop relatively uniformly through the culture of the teaching profession and sport. This study aimed to analyze differences in physical literacy and sportmanship among PESH teachers across school levels in Pasuruan Regency, Indonesia. A quantitative approach with a comparative ex post facto design was employed. The sample consisted of 152 PESH teachers, including 106 elementary school teachers, 28 junior secondary school teachers, and 18 senior secondary school teachers, selected through proportional random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through descriptive statistics and One-Way Analysis of Variance (ANOVA). The results revealed no significant differences in physical literacy (F = 0.235, p = 0.791) or sportmanship (F = 1.362, p = 0.259) across school levels. These findings indicate that PESH teachers at elementary, junior secondary, and senior secondary levels demonstrate relatively comparable levels of physical literacy and sportmanship. This study contributes to the field of physical education by providing empirical evidence that school level is not a primary differentiating factor in explaining variations in teachers’ physical literacy and sportmanship. ABSTRAK Meningkatnya gaya hidup sedentari pada anak dan remaja menempatkan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sebagai aktor penting dalam membangun budaya hidup aktif dan pendidikan karakter melalui olahraga. Dalam konteks tersebut, literasi fisik dan sportmanship menjadi dua indikator utama profesionalitas guru PJOK. Namun, masih terdapat perdebatan mengenai apakah karakteristik profesional tersebut dipengaruhi oleh perbedaan jenjang sekolah atau berkembang secara relatif seragam melalui kultur profesi olahraga. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan literasi fisik dan sportmanship guru PJOK berdasarkan jenjang sekolah di Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 152 guru PJOK yang terdiri atas 106 guru SD, 28 guru SMP, dan 18 guru SMA yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui statistik deskriptif serta One-Way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada literasi fisik (F = 0,235; p = 0,791) maupun sportmanship (F = 1,362; p = 0,259) berdasarkan jenjang sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa guru PJOK pada jenjang SD, SMP, dan SMA memiliki tingkat literasi fisik dan sportmanship yang relatif setara. Penelitian ini berkontribusi pada kajian pendidikan jasmani dengan memberikan bukti empiris bahwa jenjang sekolah belum dapat diposisikan sebagai faktor pembeda utama dalam menjelaskan variasi literasi fisik dan sportmanship guru PJOK.