Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Metode Failure Mode and Effect Analysis Dalam Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Di Unit Fabrikasi Baja PT. XYZ Macdevis Alala Nasir; Deny Andesta
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i4.4634

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi dan manufaktur. Dalam proses manufaktur, PT. XYZ memfokuskan pekerjaan pada bidang pekerjaan plat, konstruksi baja dan peralatan konveyor. Berdasarkan observasi awal terdapat beberapa kecelakaan kerja dalam proses manufaktur di unit fabrikasi baja PT. XYZ. Kecelakaan kerja tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia, mesin, dan maintenance yang kurang baik. Penelitian ini memberikan langkah-langkah untuk menganalisa risiko kecelakaan kerja di unit fabrikasi baja PT. XYZ dengan menggabungkan dua tools yaitu metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan fishbone diagram atau diagram tulang ikan. Terdapat 42 indikator risiko kecelakaan kerja di unit fabrikasi baja PT. XYZ. Hasil analisa FMEA menunjukan nilai RPN (Risk Priority Number) rata-rata bernilai sebesar 43,18. Risiko kecelakaan kerja dapat dikategorikan kritis jika memiliki nilai RPN diatas atau lebih besar dari nilai RPN rata-rata sehingga terdapat 31 risiko kecelakaan kerja yang terkategori tidak kritis dan 11 risiko kecelakaan kerja yang termasuk kategori kritis. Setelah memahami risiko kecelakaan kerja kritis, rekomendasi untuk mengatasi risiko kecelakaan kerja yang ada di unit fabrikasi baja PT. XYZ dapat diberikan.Kata Kunci: Kecelakaan Kerja, Fishbone Diagram, FMEA, RPN.
Analisis Jumlah Pegawai Berdasarkan Perhitungan Beban Kerja Fisik dan Beban Kerja Mental dengan Metode Workload Analysis dan NASA-TLX (Studi Kasus: Pegawai Office PT. XYZ) Fladisha Aminatus Sholikah; Deny Andesta; Efta Dhartikasari Priyana
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i4.4633

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan jasa yang menyediakan layanan fabrikasi, konstruksi, perdagangan - pemeliharaan, penyewaan alat dan alat berat juga supply man power. Memiliki berbagai peralatan dan tenaga kerja yang terlatih membuat PT. XYZ dikenal dan banyak menerima tawaran project. Namun hal tersebut menyebabkan terjadinya beban kerja yang berlebihan di beberapa divisi, seperti divisi Admin Tax, Coordinator / Operational Manager, Purchasing GA, Rental Tools Equipment dan Draft Engineering. Penelitian ini bertujan untuk menganalisis jumlah pegawai tiap divisi apakah sudah optimal menurut jumlah beban kerja fisik dan mental yang telah dihitung.  Metode yan g digunakan dalam penelitian ini adalah Workload Analysis dan NASA-TLX. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai Admin Tax memiliki beban kerja fisik sebesar 121,5% dan rata - rata WWL sebesar 74 dengan indikator tertinggi pada performasi, Coordinator/Op Manager memiliki beban kerja fisik sebesar 134,2% dan rata - rata WWL sebesar 88 dengan indikator tertinggi pada kebutuhan mental dan kebutuhan waktu, pegawai Purchasing GA memiliki beban kerja fisik sebesar 127,5% dan rata - rata WWL sebesar 95,3 dengan indikator tertinggi pada kebutuhan mental, pegawai Rental Tools Equipment memiliki beban kerja fisik sebesar 125,4% dan rata - rata WWL sebesar 86 dengan indikator tertinggi pada kebutuhan fisik, pegawai Draft Engineering memiliki beban kerja fisil sebesar 122,98% dan beban kerja  mental sebesar 70 dengan indikator tertinggi pada tingkat usaha. Penambahan jumlah tenaga kerja disarankan pada Coordinator/Op Manager dan divisi Rental Tools Equipment dengan masing – masing penambahan sebanyak 1 pegawai.Kata Kunci: Beban kerja fisik, Beban Kerja Mental, Jumlah Pegawai, Workload Analysis, NASA-TLX.
Analisis Risiko Kerusakan Pada Mesin Las FCAW Dengan Pendekatan Metode Failure Mode And Effect Analysis (Studi Kasus : PT. Swadaya Graha) Yohanna Mei Fitriani; Deny Andesta; Hidayat Hidayat
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i4.4663

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah menganalisis risiko kecacatan dari mesin las yang berada di perusahaan. PT. Swadaya Graha berkembang menjadi perusahaan jasa di bidang konstruksi dan fabrikasi, salah satu usaha yang perlu dilakukan menganalisis kerusakan adalah meminimalisir kerusakan yang terjadi pada mesin, karena mesin las sering di pakai dan digunakan adalah mesin las yang berjenis Flux Cored Arc Welding dengan kata lain FCAW. FCAW merupakan proses pengelasan dimana fluk diletakkan di inti tengah elektroda menggunakan busur listrik. Sebelum mesin las digunakan ada pengecekan terlebih dahulu agar mesin yang digunakan tidak menyebabkan bahaya dan kerusakan pada produk. Dari kerusakan atau kegagalan dalam produk akan didapatkan faktor – faktor yang mempengaruhi terjadinya kecacatan terhadap komponen mesin las melalui hasil RPN yang paling tinggi untuk  memberikan usulan perbaikan pada mesin las FCAW. Maka dari itu digunakan metode FMEA pada penelitian ini yaitu dengan mengurutkan nilai RPN dari yang tertinggi kemudian melakukan analisis nilai tertinggi untuk dijadikan sebagai acuan pemberian usulan perbaikan mesin las FCAW.Kata Kunci : Mesin las FCAW, PT Swadaya Graha, FMEA