Risky Kusuma Hartono
Universitas Indonesia Maju

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penerapan Ventilator Associated Pneumonia Bundle (VAPb) di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Tri Astuti Erawati; Risky Kusuma Hartono
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i05.1776

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan ventilator associated pneumonia bundle (VAPb) oleh dokter, perawat dan tenaga Kesehatan lain di ICU tergantung adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) penerapan Ventilator Associated Pneumonia Bundle (VAPb). Penerapan VAPb di Ruang ICU Rumah Sakit telah dilaksanakan dan didokumentasikan ke dalam flow sheet tetapi hanya tertulis prosedur VAPb untuk dokter, untuk perawat belum tertulis dalam kesatuan prosedur VAPb dan SOP VAPb belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penerapan VAPb ke dalam SOP penerapan VAPb diruang ICU Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analisis kualitatif yang dilakukan di ruang ICU Rumah Sakit pada bulan Januari 2021. Dalam penelitian ini, data dan informasi didapat dari informan yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data primer dengan cara wawancara mendalam (In-depth interview). Penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan SOP penerapan VAPb yang diperlukan oleh Rumah Sakit sebanyak 7 SOP, yaitu 3 SOP yang dikembangkan dan 4 SOP yang di buat baru. Pengembangan SOP penerapan VAPb yang dibuat dapat dijadikan pedoman penerapan VAPb pada pasien terpasang ventilator sehingga dapat mengurangi angka kejadian VAP di ruang ICU.
Pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penerapan Ventilator Associated Pneumonia Bundle (VAPb) di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Tri Astuti Erawati; Risky Kusuma Hartono
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i05.1776

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan ventilator associated pneumonia bundle (VAPb) oleh dokter, perawat dan tenaga Kesehatan lain di ICU tergantung adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) penerapan Ventilator Associated Pneumonia Bundle (VAPb). Penerapan VAPb di Ruang ICU Rumah Sakit telah dilaksanakan dan didokumentasikan ke dalam flow sheet tetapi hanya tertulis prosedur VAPb untuk dokter, untuk perawat belum tertulis dalam kesatuan prosedur VAPb dan SOP VAPb belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penerapan VAPb ke dalam SOP penerapan VAPb diruang ICU Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analisis kualitatif yang dilakukan di ruang ICU Rumah Sakit pada bulan Januari 2021. Dalam penelitian ini, data dan informasi didapat dari informan yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data primer dengan cara wawancara mendalam (In-depth interview). Penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan SOP penerapan VAPb yang diperlukan oleh Rumah Sakit sebanyak 7 SOP, yaitu 3 SOP yang dikembangkan dan 4 SOP yang di buat baru. Pengembangan SOP penerapan VAPb yang dibuat dapat dijadikan pedoman penerapan VAPb pada pasien terpasang ventilator sehingga dapat mengurangi angka kejadian VAP di ruang ICU.
Strategy for Improving Smoking Cessation Services in Primary Health Care Risky Kusuma Hartono; Evita Rosdiana Hutapea
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v9i22024p1-12

Abstract

Amidst the rising numbers of smokers in Indonesia and the increasing burden of smoking-related diseases on the country, the Smoking Cessation Services (SCS) still fail to operate optimally. The aim of this research is to develop a more effective strategy for the SCS model based on the challenges encountered during its implementation. The research method employed qualitative study with a case study approach. The research location was in Depok City, chosen as a national exemplary of SCS. Research period from February to May 2024. Data collection was conducted through in-depth interviews and observations at Community Health Centers who involved in SCS including health professionals, health promotors, and managers. The findings indicate that the SCS is not yet optimal due to insufficiently trained staff, low patient turnout, and failure to achieve the target quit rate. The services still focus on counseling and have not yet incorporated pharmacotherapy. The research concludes that short-term alternative strategies include follow-up calls to patients, establishing telecommunication groups with patients, and reaching out to new patients through schools, while long-term strategies such as program integration and building a telemedicine information system could be implemented to enhance patient visits.