Afifah Nurlayalia
Program S1 Teknik Industri Fakultas Rekayasa Industri Universitas Telkom, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Bisnis Milk Tea dengan Pembukaan Cabang Addictea di Kota Jakarta Secara Offline dan Online Afifah Nurlayalia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4961

Abstract

Addictea merupakan usaha yang menjual minuman Milk tea dengan berbagai macam ukuran dan rasa. Usaha yang berlokasi di Kota Bandung ini sudah berdiri sejak tahun 2011 dan berhasil mempertahankan usahanya hingga saat ini. Dikarenakan komposisi produk alami, membuat minuman tidak dapat bertahan lama jika tidak disimpan dalam suhu dan tempat yang tidak tepat. Solusi permasalahan bisnis Addictea adalah membuka cabang toko offline di Jakarta dikarenakan banyaknya permintaan dari luar Kota Bandung, khususnya daerah JABODETABEK. Alasan pemilihan pembukaan cabang di Kota Jakarta karena tingkat followers Instagram Addictea menunjukkan bahwa Kota Jakarta memiliki tingkat tertinggi. Maka dari itu, dibuat perancangan dan kelayakan usaha berdasarkan aspek pasar, aspek teknis, dan aspek finansial. Aspek pasar pada penelitian ini berfungsi untuk mendapatkan estimasi permintaan dari hasil perhitungan pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran, sehingga dapat membuat strategi pemasaran usulan. Pada aspek teknis didapatkan proses bisnis, sumber daya manusia, lokasi, serta tata letak toko. Aspek finansial diperlukan untuk perhitungan kelayakan usaha yang menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar Rp 136.913.200. Payback Period (PBP) sebesar 2,63 (tahun), dan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 30,48% sehingga perencanaan bisnis Addictea dengan melakukan pembukaan cabang di Jakarta dikatakan layak, dan hasil sensitivitas terhadap penurunan demand didapatkan sebesar 8,59%.