Peningkatan penduduk akan berdampak pada peningkatan permintaan listrik per kapita. Permintaan listrik per kapita berdasarkan data dari Dewan Energi Nasional pada tahun 2025 akan mencapai 2.030 kWh/kapita dan pada tahun 2050 akan mencapai 6.723 kWh/kapita. Kondisi ini masih berada di bawah target listrik per kapita yang terdapat dalam Kebijakan Energi Nasional yaitu 2.500 kWh/kapita di tahun 2025 dan 7.500 kWh/kapita tahun 2050. Turbin angin sebagai salah satu pembangkit energi yang mempunyai potensi besar untuk memecahkan masalah kebutuhan energi listrik yang ada di wilayah terpencil dan tidak mendapatkan suplai energi listrik dari PLN, Pembangkit listrik tenaga bayu adalah pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) yang memanfaatkan putaran turbin angin untuk mengkonversi energi angin ke energi listrik, Pada penelitian ini akan dilakukan variasi jumlah bilah 2, 3, 5 dan 8 dibantu aplikasi Q- Blade untuk mengetahui hasil perhitungan serta grafik, Dengan kecepatan angin rata – rata 2,9 m/didapat variasi jumlah bilah 2 daya sebesar 44,007 watt dengan rotation speed 129,234rpm dengan Cp0,416763, bilah 3 sebesar daya 50,9077 watt dengan rotation speed 92,3101 rpm dengan Cp 0,482115, variasi jumlah bilah 5 daya sebesar 52,0975 watt dengan rotation speed 73,8481 rpm dengan Cp 0,493383, variasi jumlah bilah 8 daya sebesar 55,4924 watt dengan rotation speed 55,3861 rpm dengan Cp 0,525534.