Naning Hidayati
SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Umbulharjo, Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gangguan Psikis Peserta Didik sebagai Efek Pembelajaran Jarak Jauh Naning Hidayati; Fitri Nur Mahmudah; Zusuf Hani Saputra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.5063

Abstract

Pembelajaran jarak jauh yang berkepanjangan menimbulkan banyak dampak bagi peserta didik. Salah satu dampak yang dirasakan adalah permasalahan psikis yang menekan ketenangan mereka. Permasalahan psikis tersebut cukup mengganggu kesehariannya sehingga menghambatnya dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Banyak yang bisa mereka lakukan untuk mengatasi gangguan psikis yang mereka alami. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gangguan psikis yang sering dialami oleh peserta didik selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, sehingga bisa memberikan wawasan kepada orang tua dan lembaga pendidikan agar memiliki strategi-strategi dalam menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jalan peneliti terjun langsung ke lokasi penelitian tempat fenomena terjadi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan fokus grup diskusi bersama para siswa. Teknik analisis data menggunakan model studi kasus Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar anak yang melaksanakan pembelajaran jarak jauh mengalami gangguan psikis yang berupa perasaan sedih, tertekan, stres, cemas, berpikir negatif, ketakutan, dan juga marah tanpa sebab. Banyak hal yang dilakukan peserta didik untuk terus berusaha bertahan pada kondisi ini. Banyak cara yang mereka lakukan untuk menyemangati diri agar terus bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh. Kepedulian teman dan peran keluarga serta pemahaman ilmu agama yang kuat, merupakan kunci utama dalam mengatasi gangguan psikis agar para peserta didik bisa bangkit lagi mengikuti pembelajaran.