Halomoan Londok
Independent Researcher

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTRIBUSI HERMENEUTIK HANS-GEORG GADAMER BAGI DIALOG ANTARAGAMA DI INDONESIA Halomoan Londok
Sanjiwani: Jurnal Filsafat Vol 13 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.415 KB) | DOI: 10.25078/sanjiwani.v13i2.1029

Abstract

Abstract This article aims to explain the role of Hans-Georg Gadamer’s hermeneutic in Interreligious Dialogue. There is a fundamental thing in dialogue that anyone will faced principle different from relation to other religion. Therefore, In interreligious Dialogue everyone or a religious person must be courageous to conversation their difference to the other religious person. The fundamental thing of Interreligious dialogue is how to understand diffrence and the recognition? To answer this question, I will elaborate hermeneutic of Gadamer on understanding the other in dialogue. I use a library study approach in qualitative methode. The result of Gadamer’s hermeneutic contributed to the perspective of certainly difffrence to understand diversity. Furthermore, his hermeneutic emphasized perspective of dialogue in temporal area not only belong to intelectual but also belong to non-intelektual.
MENDIALOGKAN TEOLOGI PEMBEBASAN GUSTAVO GUTIERREZ DAN RAJA YEROBEAM DALAM 1 RAJA-RAJA 12:1-24 Halomoan Londok
DA'AT : Jurnal Teologi Kristen Vol. 3 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Program Studi Teologi, Fakultas Teologi, Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini (1) bertujuan menggali konflik pecahnya kerajaan Israel raya dalam 1 Raja-raja 12:1-24 baik secara spiritual antara Allah dan umat maupun terutama secara sosiologis antara sesama umat. (2) Dari penulusuran ini, kemudian akan didialogkan dengan perspektif pembebasan dari Gustavo Gutierrez. Melihat bahwa teologi pembebasan Gutierrez mirip dengan apa yang diperjuangkan Yerobeam dalam Kitab 1 Raja-raja 12:1-24, meleburkan kedua tokoh pembebasan ini menjadi hal yang menarik. Dengan menggunakan pendekatan kritik historis asumsinya dapat melihat konflik ini secara mendalam dan sosiologis. Hasilnya, teologi pembebasan memberikan suatu perspektif kesetaraan dan emansipatoris terutama pada persoalan pajak dan kerja paksa yang diperjuangkan Yerobeam sehingga ia bersama suku di Utara harus mengambil jalan berpisah demi membebaskan diri dari ketidakadilan. Sementara itu Gutierrez di Amerika Latin khususnya dalam pengalaman ketertindasan masyarakat memberikan kritik kepada gereja untuk berani berteologi dalam krisis ketidakadilan tersebut. Teologi Yerobeam bersama Gutierrez pada akhirnya sama-sama menekankan pada pentingnya keterlibatan gereja maupun para teolog dalam melihat isu-isu sosial seperti ketidakdilan baik secara praktis maupun politis.