Soraya Sekar Mustika A Kadir
Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN FILOSOFI SUNDA “SOMÉAH HADÉ KA SÉMAH” DALAM INTERAKSI VIRTUAL Andika Ardiyansyah; Davina Naja Suryantoro; Pieter Sutrisna; Soraya Sekar Mustika A Kadir
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.271 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1958

Abstract

AbstrakTiap suku bangsa memiliki nilai budaya yang dipegang oleh masyarakatnya sebagai pegangan dalam berkehidupan sehari-hari, termasuk di dalamnya adalah interaksi sosial. Dalam berinteraksi sosial, masyarakat Sunda terkenal dengan keramahannya, sesuai dengan filosofi “Soméah Hadé ka Sémah” yang bermakna berbuat baik, ramah, dan sopan kepada setiap orang. Sesuai dengan perkembangan zaman, interaksi sosial kini tidak terbatas ruang dan waktu, memberikan kebebasan bagi tiap individu untuk dapat berinteraksi dengan orang lain. Namun, hal ini membuat orang lupa bahwa hakikatnya berinteraksi secara virtual sama dengan berinteraksi secara langsung. Ada nilai dan norma yang harus dipegang sebagai batasan dalam berinteraksi. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan antara interaksi langsung dengan virtual. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan ditujukan untuk membandingkan data yang diperoleh baik dari berbagai rujukan maupun dari lapangan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian orang memanfaatkan kebebasan yang ada dalam interaksi virtual untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa mempertimbangkan nilai yang berlaku di masyarakat. Hal ini didasari oleh kebebasan dan kerahasiaan identitas dalam interaksinya. Penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang mengakibatkan sebagian orang merasa abai terkait nilai di dunia digital. Harapannya, penelitian ini dapat menjadi pembanding dengan teori yang sudah ada dan sebagai rujukan dalam memecahkan masalah di masyarakat.Kata kunci: Interaksi, virtual, filosofi, soméah, identitas, komunikasi AbstractEach nation has cultural values its people hold as a grip on day-to-day living, including social interaction. In social interaction, sundanese are known for their hospitality, which fits the “Soméah Hadé ka Sémah” philosophy which means to be kind, gracious, and courteous to everyone. In keeping with the development of times, social interaction is now infinite in time and space, allowing freedom for each individual to interact with each other, but it makes one forgets that virtual interaction is essentially equivalent to face-to-face interaction. There are values and norms that must be held as boundaries in interacting. To that end, this study aims to examine the differences between direct and virtual interaction. Qualitative research methods are used to compare data obtained from both referrals and the field. Studies show that some people uses the freedom available in virtual interaction to interact with others without considering the values that prevail in society. This is caused by the freedom and anonymity it has. This study shows factors that have caused some people to neglect the values that exist in the digital world. Hopefully, it can appeal to existing theories and be used as a reference to solve problems in the society.Keywords: Interaction, virtual, philosophy, soméah, identity, communication