Ramadhyan Priyo Sembodo
Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANAN TEKNOLOGI TERHADAP PERJUANGAN HAK JUAL- BELI MASYARAKAT JAWA BARAT PADA MASA PANDEMI Gaudia Sweta Kumara; Muhammad Ilman Karimurrahman; Ramadhyan Priyo Sembodo; Silvano Leonard Winata
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.339 KB) | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2016

Abstract

AbstrakSejak zaman dahulu, manusia telah melakukan kegiatan jual-beli untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berkerumun dan berkumpul untuk melakukan transaksi jual-beli menjadi suatu rutinitas dan bagian dari gaya hidup. Pasar konvensional dan mal menjadi tempat yang tidak sepi akan pengunjung. Namun, pandemi COVID-19 pada akhir tahun 2019 membuat pemerintah Indonesia melakukan pembatasan kegiatan sosial. Masyarakat dilarang untuk berkegiatan sosial dalam skala besar sehingga dilarang untuk berkerumun di tempat ramai. Pusat perbelanjaan pun sebagian besar ditutup dan membatasi jumlah pengunjungnya. Kondisi pandemi membuat masyarakat secara terpaksa harus mengadaptasi gaya hidup baru yang mengurangi kontak langsung dengan orang lain. Adanya kemajuan pada teknologi berbasis internet memberikan peluang pada masyarakat untuk menghadapi pembatasan sosial tersebut. Kini pandemi COVID-19 telah berlangsung selama dua tahun dan masih belum diketahui kapan akan berkahir. Masyarakat telah menciptakan gaya hidup baru, menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi. Perlaku baru pun muncul ketika melakukan kegiatan jual-beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas teknologi berbasis daring terhadap kegiatan jual-beli masyarakat pada masa pandemic. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi dan pembagian kuesioner secara daring. Melalui penelitian ini, diharapkan diketahuinya sikap masyarakat pada kegiatan jual-beli dalam masa pandemic yang telah berlangsung selama dua tahun dan diperolehnya data rill pada lapangan.Kata Kunci: Jual-Beli, Teknologi, Daring, Masyarakat, Perilaku AbstractSince ancient times, humans have been doing buying and selling activities to meet their needs. Crowding and gathering to make buying and selling transactions becomes a routine and part of the lifestyle. Conventional markets and malls become places that are not empty of visitors. However, the COVID-19 pandemic at the end of 2019 led the Indonesian government to restrict social activities. People are forbidden to do social activities on a large scale so it is forbidden to crowd in crowded places. Shopping malls were mostly closed and limited the number of visitors. Pandemic conditions make people forced to adapt a new lifestyle that reduces direct contact with others. Advances in internet-based technology provide opportunities for people to face these social restrictions. Now the COVID-19 pandemic has been going on for two years and it is still unknown when it will be eradicated. Society has created a new lifestyle, adjusting to pandemic conditions. New equipment also appeared when doing buying and selling activities. This research aims to measure the effectiveness of online-based technology against people's buying and selling activities during pandemics. The data collection in this study was conducted through observation and online questionnaire sharing. Through this research, it is expected that the public's attitude to buying and selling activities in the pandemic period that has lasted for two years and the acquisition of rill data in the field.Keywords: Buying and Selling, Technology, Online, Community, Behavior