AbstrakTingginya interaksi yang terjadi di bandar udara Internasional Supadio Pontianak juga diikuti dengan berbagai permasalahan terutama di bagian Security Check Point 1 (SCP) seperti penyeludupan barang-barang terlarang (Narkoba, minuman keras) membawa hasil alam yang dilindungi satwa liar yang dilindungi serta benda seni yang bernilai tinggi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan maksud untuk memahami secara utuh kepada subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa wawancara,observasi dan dokumentasi untuk penelitian sendiri di bagian Security check point 1 di Bandar Udara Internasioanl Supadio Pontianak. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dalam upaya penanganan masalah tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak.Kata Kunci: Bandar Udara, Penanganan Masalah, Prosedur, Aviation Security AbstractThe high interaction that occurred at Pontianak Supadio International airport was also followed by various problems, especially in the Security Check Point 1 (SCP) section such as the smuggling of prohibited items (drugs, liquor) bringing natural products protected by protected wildlife and high-value art objects. The research method used in this study is qualitative research with the intention of understanding as a whole the subject of the study. The data collection technique in this study was in the form of interviews, observations and documentation for his own research in the Security check point 1 section at The Supadioanl International Airport Pontianak. The results of the study showed that in an effort to deal with the problem, it was in accordance with the procedures in force at Pontianak Supadio International Airport.Keywords: Airports, Problem Handling, Procedures, Aviation SecurityÂ