Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN OTORITAS BANDAR UDARA WILAYAH V MAKASSAR UNIT KEAMANAN, ANGKUTAN UDARA DAN KELAIKUDARAAN (KAUK) DALAM MELAKUKAN PELAYANAN DAN PENGAWASAN PASS BANDARA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR Virman Hi Aries; Syifa Fauziah
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i01.854

Abstract

Salah Satu unit pelaksana di lngkungan resolusi perhubungan (kemenhub) dalam struktur organisasi bandar udara disebut Keamanan, Angkutan Udara dan Kelaikudaraan (KAUK). Unit merupakan sebuah unit dibawah pimpinan KABU yang memiliki melaksanakan tugas penyiapan, pengaturan dan peralatan, pelayanan dan pengawaan di darat maupun di area sisi udara yang diusahakan menjadi tempat pertanggung jawab Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran Otoritas Bandara Wilayah V Makassar dalam melakukan Pelayanan dan Pengawasan Pass Bandara di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara petugas Otban V Makassar Unit Keamanan, Angkutan Udara dan Kelaikudaraan da mendokumentasikan beberapa pelayanan serta pengawasan pass bandara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pelayanan pass bandara di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar memberikan kualitas pelayanan prima yang baik kepada pengguna pass bandara. Untuk mendukung pelayanan yang cepat dan berkembang maka unit KAUK sudah menggunakan pelayanan berbasis Web. Selain itu adapun pengawasan pass bandara harus mampu memberikan pengawasan yang baik dan dapat menjamin keselamatan penerbangan agar tidak terjadi gangguan pada bandara disekitar area terminal bandar udara. Untuk mendukung pelayanan yang cepat dan berkembang maka unit KAUK sudah menggunakan pelayanan berbasis Web. Selain itu adapun pengawasan pass bandara harus mampu memberikan pengawasan yang baik dan dapat menjamin keselamatan penerbangan agar tidak terjadi gangguan pada bandara disekitar area terminal bandar udara. Untuk mendukung pelayanan yang cepat dan berkembang maka unit KAUK sudah menggunakan pelayanan berbasis Web. Selain itu adapun pengawasan pass bandara harus mampu memberikan pengawasan yang baik dan dapat menjamin keselamatan penerbangan agar tidak terjadi gangguan pada bandara disekitar area terminal bandar udara.
Analisis Standarisasi Keamanan Kargo dan Pos Berdasarkan Pasal 7 PM 53 Tahun 2017 di Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid Lombok Kintan Restu Lengsia; Syifa Fauziah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4078

Abstract

Abstrak Persebaran wilayah khususnya di Indonesia tidak terlepas dari perhatian luas mengenai kegiatan transportasi udara, salah satu fasilitas yang disediakan oleh maskapai adalah jasa pengangkutan cargo dan pos. Pengangkutan cargo dan pos tidak terlepas dari kendala internal maupun ekternal, yang mana permasalahan ini tidak terlepas dari segi pelayanan pemeriksaan keamanan.Regulated Agent adalah badan hukum Indonesia berupa agen kargo, freight forwarderyang disertifikasi Direktorat Jenderal dalam kegiatan bisnis dengan Badan Usaha Angkutan Udara atau Perusahaan Angkutan Udara Asing untuk melakukan pemeriksaan keamanan terhadap kargo dan pos yang ditangani atau yang diterima dari Pengirim. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana standarisasi pengiriman cargo dan pos pada Regulated Agent PT. KMSI LOP serta apa saja hambatan dan upaya dalam melakukan penanganan kargo dan pos. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi.Jenis penelitian ini berupa penelitian deskriptif yang dinyatakan melalui penyataan atau hasil yang mendeskripsikan dari suatu penelitian. Peneliti menyimpulkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan menganalisis standarisasi dari kegiatan keamanan cargo dan pos yang dilakukan oleh Regulated AgentPT. KMSI LOP, prosesnya tersusun secara sistematis dari kegiatan pemeriksaan dokumen barang yang akan dikirim, pemeriksaan terhadap isi barang menggunakan X-Ray dan pemeriksaan random/manual serta penyerahan barang oleh Regulated Agentke maskapai, hingga mekanisme penanganan jika ditemukan barang atau dokumen yang berbahaya (Dangerous Goods). Hambatan atau kendala yang dihadapi di lapangan, pertama para pengirim tidak melengkapi dokumen atas barang yang di kirim. Kedua, terlambatnya pengiriman barang menuju Regulated Agent oleh pengirim barangsehingga mempengaruhi waktu pemeriksaan yangdilakukan oleh Regulated Agent. Ketiga, kurangnya pemberian waktu oleh maskapai kepada Regulated Agent PT. KMSI LOP hanya selama 2 jam untuk melakukan pemeriksaan barang. Upayamengatasi hambatan yaitu memberitahukepada setiap pengirim untuk melengkapi dokumennya dan meminta kompensasi waktu kepada pihak maskapai agar pemeriksaan barang dan data akurat, mengingat keamanan atas barang tersebut. Kata Kunci:Regulated Agent, Keamanan Kargo dan Pos Abstract The distribution of the region, especially in Indonesia, cannot be separated from the widespread attention regarding air transportation activities, one of the facilities provided by the airline is cargo and postal transportation services. Cargo and postal transportation cannot be separated from internal and external constraints, where this problem cannot be separated from the aspect of security inspection services. Regulated Agent is an Indonesian legal entity in the form of a cargo agent, freight forwarder or other field certified by the Directorate General that conducts business activities with an Air Transportation Business Entity or a Foreign Air Transport Company to conduct security checks on cargo and post handled or received from the Shipper. Thus, the purpose of this study is to find out how to standardize cargo and postal shipments at the Regulated Agent PT. KMSI LOP and what are the obstacles in handling cargo and post. This study uses a qualitative approach with data collection methods in the form of observation, interviews and documentation. This type of research is in the form of descriptive research which is stated through statements or results that describe a research. The researcher concludes that in carrying out the activities of analyzing the standardization of cargo and postal security activities carried out by the Regulated Agent PT. KMSI LOP, the process is structured systematically from document inspection activities of goods to be sent, inspection of the contents of goods using X-Ray and random/manual inspection and delivery of goods by Regulated Agents to airlines, to handling mechanisms if dangerous goods or documents are found (Dangerous). Goods). Obstacles or obstacles encountered in the field, first the senders did not complete the documents for the goods sent. Second, the delay in the delivery of goods to the Regulated Agent by the shipper, thus affecting the time of inspection carried out by the Regulated Agent. Third, the lack of time given by the airline to the Regulated Agent PT. KMSI LOP only takes 2 hours to inspect goods.Efforts to overcome obstacles are to notify each sender to complete their documents and ask the airline for time compensation so that the inspection of goods and data is accurate, considering the security of the goods. Keywords: Regulated Agent, Cargo and Pos Security
Analisis SOP Penanganan Passanger dan Baggage yang Terindikasi Covid-19 di Terminal Kedatangan (Studi Kasus Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun) Mochamad Haris Septian Perdana; Syifa Fauziah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4082

Abstract

Abstrak Standar Operasional Prosedur atau SOP merupakan serangkaian intruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbai proses pengelenggaraan aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan. Standar Operasional Prosedur digunakan oleh banyak organisasi di antaranya adalah perusahaan dan suatu institusi sebagai pedoman untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Pada penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Standar Operasional Prosedur dalam proses penanganan penumpang yang terindikasi positif Covid-19 di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun. Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mencegah kejadian yang sama terulang kembali. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang di lakukan di Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun. Metode dalam penyusunan ini dilakukan dengan cara pengumpulkan data primer atau data dalam bentuk wawancara dan hasil pengamatan atau observasi dan data sekunder dalam bentuk dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan tigapihak terkait dari unit Aviation Security Bandar Udara, Tim BPBD dan Aviation Security Airlines. Teknik analisi data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan validasi data menggunakan Teknik triangulasi. Landasan aturan Standar Operasional Prosedur Penyelenggara Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun adalah Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah Nomor. 443.1/40/Satgas Covid-19/2021 Tentang “Ketentuan Khusus Perjalanan Orang masuk Wilayah Provinsi Kalimantan Tengah Dalam Masa Pandemi Covid-19”. Analisis Standar Operasional Prosedur penanganan penumpang positif Covid-19 di terminal kedatangan dilakukan bersama Aviation Security Bandara dan Tim Satgas Cepat Tanggap Covid-19 adanya kendala dalam Standar Operasional Tersebut. Kata Kunci: Analisis, Standar Operasional Prosedur, Terminal kedatangan Abstract Standard Operating Procedures or SOP constitute a series of standardized written instructions on various organizational activities, how and when to do, where and by whom. Standard Operating Procedures used by many organizations such as companies and institutions as a guide to perform a job. This study was conducted to analyze Standard Operating Procedures in the process of handling passengers who were indicated positive for Covid-19 at Iskandar Pangkalan Bun Airport. It aims to evaluate and prevent the same incident from happening again. This study uses descriptive qualitative research which was conducted at Iskandar Pangkalan Bun Airport. The method in this preparation is done by collecting primary data or data in the form of interviews and the results of observations or observations and secondary data in the form of documentation. Interviews were conducted with three related parties from the Aviation Security Airport unit, the BPBD Team and Aviation Security Airlines. The data analysis technique used is reduction, data presentation and conclusion drawing. While the data validation using triangulation technique. The foundation for the rules of Standard Operating Procedures for Iskandar Pangkalan Bun Airport Operator is the Circular Letter of the Governor of Central Kalimantan Number. 443.1/40/Covid-19/2021 Task Force Regarding "Special Provisions for Traveling People to the Territory of Central Kalimantan Province During the Covid-19 Pandemic Period". Standard Operational Analysis Procedures for handling positive Covid-19 passengers at the arrival terminal were carried out together with Airport Aviation Security and the Covid-19 Rapid Response Task Force Team, there were obstacles in the Operational Standards. Keyword: Analysis, Standard Operating Procedure, Arrival Terminal