Susi Hartati, SST, M.Keb
Akademi kebidanan Sempena Negeri Pekanbaru

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN Susi Hartati, SST, M.Keb
Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Kebidanan SEMPENA NEGERI Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.397 KB)

Abstract

Saat ini angka kematian bayi di Indonesia masih di bawah target Millenium Development Goals (MDG’s), Tahun 2012 jumlah AKB sebesar 32 per 1000 kelahiran hidup. Usaha dalam mencapai target penurunan AKB dapat dilakukan dengan cara pemberian ASI Ekslusif. Pemberian ASI Ekslusif dapat menekan AKB dengan mengurangi sebesar 30.000 kematian bayi di Indonesia dan 10 juta kematian bayi di dunia melalui pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan sejak jam pertama kelahirannya tanpa memberikan makanan dan minuman tambahan kepada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI Ekslusif dengan berat badan bayi usia 6 bulan. Jenis penelitian kuantitatif dengan observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pulau Kijang Indragiri Hilir Tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini seluruh bayi berusia 6 bulan berjumlah 122 bayi dengan jumlah Sampel sebanyak 94 Bayi. Tekhnik pengambilan sampel consecutive sampling, instrument penelitian menggunakan kuesioner, berdasarkan analisis bivariat dengan uji chi square di dapat nilai P=0.013 dan derajat kesalahan 0,05 maka Ha diterima Ho ditolak artinya ada hubungan pemberian ASI Ekslusif dengan berat badan bayi usia 6 bulan. Disarankan kepada pihak puskesmas agar dapat dijadikan masukan untuk meningkatkan promosi, konseling dan penyuluhan mengenai kunjungan ANC dan kelas ibu hamil guna meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Ekslusif dengan berat badan bayi.
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN DI WILAYAH KERJA BPM ROSITA, S.Tr. Keb KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Susi Hartati, SST, M.Keb
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Akademi Kebidanan SEMPENA NEGERI Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.275 KB)

Abstract

Alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan yaitu KB suntik, yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Adapun efek samping kontrasepsi suntik yang sering terjadi adalah permasalahan berat badan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Penggunaan Alat Kontrasepsi KB suntik Dengan Kenaikan Berat Badan di Wilayah kerja BPM Rosita, S.Tr.Keb Kota Pekanbaru Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian Cross sectional. Populasi 165 Akseptor KB suntik dengan 62 Sampel. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling, skala ukur Nominal dan Ordinal, instrumen penelitian Kuesioner, Kartu KB dan Timbangan, dan Pengolahan data secara univariat dan bivariat. Berdasarkan analisis univariat mayoritas menggunakan KB Suntik 3 Bulan yaitu 35 Akseptor (56,5%) sedangkan minoritas menggunakan KB Suntik 1 Bulan yaitu 27 Akseptor (43,5%). Distribusi Frekuensi berat badan responden setelah menggunakan KB Suntik mayoritas mengalami peningkatan berat badan yaitu 51 Akseptor (82,2%). Berdasarkan analisis bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan terdapat Hubungan dengan p value α,  0,007 α 0,1. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Penggunaan Alat Kontrasepsi KB suntik Dengan Kenaikan Berat Badan Di Wilayah Kerja  BPM Rosita, S.Tr. Keb Kota Pekanbaru Tahun 2021. Maka diharapkan akseptor KB suntik melakukan olahraga, hindari konsumsi makanan yang banyak karbohidrat dan perbanyak konsumsi makanan yang berserat untuk mempertahankan berat badan agar tetap ideal.