Satworo Adiwidodo
Jurusan Teknik Mesin, Program Studi DIV Teknik Otomotif Elektronik, Politeknik Negeri Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENJUALAN SPARE PART MOBIL DENGAN METODE ABC (KONSEP 80-20) PADA GUDANG SUKU CADANG DI BENGKEL PT. ASTRA INTERNASIONAL Tbk. AUTO2000 PASURUAN Muhammad Aries K; Hari Rarindo; Yuniarto Agus Winoko; Satworo Adiwidodo
Jurnal Teknologi Vol 14 No 2 (2020): Nopember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.609 KB)

Abstract

Setiap perusahaan manufaktur, selalu memerlukan persedian dan penjualan. Tanpa adanya persediaan dan penjualan, perusahaan akan dihadapkan pada sebuah resiko, tidak dapat memenuhi keinginan dan kepuasan pelanggan. Pengelompokan ABC dalam penjualan berangkat dari konsep 80-20 yang di kenal sebagai hukum Pareto. Konsep 80-20 berguna untuk merencanakan penjualan jika klasifikasi ABC akan diterapkan untuk jenis barang yang jumlahnya banyak. Metode penelitian ini digunakan adalah deskriptif dengan bantuan analisis kuantitatif yaitu nilai rata-rata penjualan. Selanjutnya digunakan pengelompokan barang berdasarkan analisis ABC yaitu kelompok A (nilai penjualan tinggi), kelompok B (sedang), dan kelompok C (rendah). Tujuan peneliti adalah mengetahui gambaran penjualan yang diterapkan AUTO2000 Pasuruan saat ini dan mengetahui rancangan analisis pengelompokan, menghitung nilai rata-rata penjualan, rasio layanan dalam penentuan penjualan spare part di AUTO2000 Pasuruan. Hasil yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah jenis spare part permintaan konsumen seperti TGMO Bensin, TGMO Diesel, Oil filter, Brake fluid. Contoh Spare part tersebut merupakan bahan untuk servis berkala. Sedangkan Spark plug, TGGO Gardan, TGGO Transmisi merupakan bahan servis jangka panjang. Hasil persediaan spare part tersebut akan mengetahui besar unit yang akan dicapai, nilai rata-rata persediaan, dan inventory turnover pada spare part. Berdasarkan uraian di atas maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode ABC dengan konsep 80-20.
OPTIMASI JUMLAH PIT PADA QUICK SERVICE MOBIL DI BENGKEL MOBIL PT. X Ari Purnomo Aji; Hari Rarindo; Satworo Adiwidodo; Fatkhur Rohman
Jurnal Teknologi Vol 14 No 2 (2020): Nopember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.988 KB)

Abstract

Dengan perkembangan dan bertambahnya pelanggan dari produk X, maka kebutuhan service juga akan bertambah. Jika jumlah pit yang ada tidak sesuai dengan jumlah pelanggan yang datang maka akan terjadi antrian service. Hal ini bisa merugikan pelanggan karena harus menunggu dalam antrian dan kehilangan banyak waktu uuntuk melakukan kegiatan lain. Sebaliknya jika terdapat PIT yang menganggur maka akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena menimbulkan biaya oprasional yang lebih bagi perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui PIT service yang sesuai dengan jumlah dan kebutuhan pelanggan yang datang. Antrian terjadi saat ada pihak yang harus menunggu untuk mendapatkan pelayanan, antrian dalam skala kecil maupun besar membutuhkan penyelesaian serta solusi yang tepat dan optimal. Dengan dilakukan penelitian ini maka akan mengetahui jumlah PIT yang optimal dan sesuai dengan jumlah pelanggan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif., yaitu melakukan variasi jumlah PIT dengan dasar keadaan saat ini. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi dengan melakukan pengamatan dan pengambilan data langsung jumlah pelanggan. Selanjutnya adalah melakukan wawancara pihak bengkel untuk mendapatkan informasi sebagai acuan dalam melakukan peneletian. Hasil analisis yang didapat adalah sebagai berikut: Model antrian yang digunakan untuk servis cepat pada PIT di bengkel X adalah (M/M/2):(FIFO/∞/∞). Jumlah PIT servis pada servis cepat dengan 2 PIT servis saat ini sudah optimal. Dari analisis menggunakan model keputusan tingkat aspirasi, diperoleh jumlah optimum yaitu sebanyak 2 PIT dengan nilai