Martinus Darto Rangu Rangu
Jurnal pemantik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SPLDV BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 7 DENPASAR Martinus Darto Rangu Rangu; I Made Dharma Atmaja; Putu Suarniti Noviantari
Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pembelajaran dan Pengembangan Matematika
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.783 KB) | DOI: 10.36733/pemantik.v2i2.5102

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis jenis-jenis kesalahan siswa kelas VIIIA SMP Negeri 7 Denpasar dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah pada materi SPLDV berdasarkan prosedur Newman. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes tertulis dan wawancara. Subjek penelitian diambil 6 orang siswa dari 30 siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Denpasar. Setiap hasil pekerjaan subjek penelitian dianalisis untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan menggunakan metode analisis Newman kemudian dilakukan wawancara untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kesalahan siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis kesalahan yang muncul saat siswa menyelesaikan soal SPLDV adalah 1) Kesalahan memahami soal, yang meliputi tidak menuliskan hal yang diketahui dalam soal dan tidak menuliskan hal yang ditanyakan dalam soal. 2) kesalahan transformasi yang meliputi tidak paham dengan metode penyelesaian yang digunakan. 3) kesalahan kemampuan proses yang meliputi tidak melanjutkan proses penyelesaian. 4) kesalahan penulisan jawaban akhir yang meliputi tidak menuliskan penulisan jawaban akhir dalam soal. Faktor-faktor dari penyebab kesalahan siswa adalah siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal, siswa terlalu terburu-buru, siswa kurang berlatih soal-soal cerita.