Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Alternative Learning Media for Environmental Health during the Covid-19 Pandemic Brilyan Anindya Dayfi; Betty Sunaryanti; Nengah Kundera; Sulistyani Prabu Aji
Public Health and Safety International Journal Vol. 2 No. 01 (2022): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.989 KB) | DOI: 10.55642/phasij.v2i01.149

Abstract

In this study, we will discuss the critical period of transmission due to Covid-19 requiring teaching and learning activities to be carried out through Distance Online Learning. This phenomenon requires every lecturer in particular to be able to use an appropriate online learning media platform so that the learning process runs smoothly as desired. Researchers use one of the online learning media that can be applied by lecturers, namely by using Google Classroom media. The Google Classroom learning media can be used easily by lecturers in the online teaching and learning process, because it is relatively easy to use. The final result of this research is to describe the use of Google Classroom as an online-based learning media. The research method used is literature study, observation, and interviews with course lecturers at Sari Mulia University. The results of the study were based on interviews with the lecturers. Google Classroom is easy to use for Sari Mulia University lecturers. The features found in Google Classroom are quite easy to learn and apply by lecturers. The results of the study were determined based on a literature review, namely Google Classroom, which made it easier for lecturers to manage time in managing classes and improve communication with students.
Pengaruh Rendam Duduk Dengan Air Hangat Terhadap Tingkat Nyeri Sendi Muhammad Fauzi; Brilyan Anindya Dayfi; Endang Setiawaty
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.985 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2857

Abstract

Nyeri adalah perasaan tidak nyaman yang betul-betul subyektif dan hanya orang yang menderitanya dapat menjelaskan dan mengevaluasinya. Proses rendam terutama rendam duduk dengan air hangat merupakan rendam tubuh dari pinggang sampai ke pantat dengan menggunakan air hangat yang dapat memberikan efek vasodilatasi sehingga dapat meningkatkan aliran darah kebagian tubuh yang mengalami cedera (memperbaiki sirkulasi), mengendorkan (otot, tendon, dan ligament),  mempercepat penyembuhan jaringan, mengurangi nyeri dan peradangan, serta membersihkan luka kotor. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan menggunakan rancangan “One Group Pretest-Postest Design”. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisa data eksperimen untuk mengetahui pengaruh rendam duduk dengan air hangat terhadap tingkat nyeri sendi dengan menggunakan uji t-test pada taraf signifikan 5%. Hasil analisa statistic dengan uji t didapatkan nilai t-hitung = 18,79 > t-tabel = 1,70 dengan tingkat signifikan 0,05. Jadi ada pengaruh yang signifikan antara pemberian rendam duduk dengan air hangat terhadap tingkat nyeri sendi pinggang pada lansia.    
Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Bahaya Akibat Rokok di SMAN 1 Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat Muhammad Fauzi; Endang Setiawaty; Brilyan Anindya Dayfi
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.617 KB) | DOI: 10.35746/bakwan.v2i2.315

Abstract

Smoking is one of the main risk factors for several chronic diseases that can lead to death. This shows that smoking is a big problem for public health. Apart from the health aspect, smoking also affects the personality of the smoker himself. Usually high school age teenagers are familiar with cigarettes. According to them, if they don't smoke, they are considered not sociable. All of these things are not fully understood by teenagers whose smoking activity has even become a part of their social culture. This community service activity at SMAN 1 Poto Tano, West Sumbawa Regency aims to increase students' knowledge about the dangers of smoking to health. The community service participants are 74 class XII high school students aged 18 years in 2022. This activity begins with filling out a pre-test knowledge questionnaire about the dangers of smoking which is then followed by counselling and re-filling the post-test questionnaire. The results of filling out the questionnaire after counselling has increased, namely 69 students understand the dangers of smoking. During the counselling the students were very enthusiastic in listening to the speaker, for this it is hoped that this activity will be encouraged especially in the world of Education
Efektivitas Kombinasi Terapi Komplementer Diaphragmatic Breathing dan Walking Exercise Terhadap Arus Puncak Ekspirasi Pasien PPOK Laily Widya Astuti; Brilyan Anindya Dayfi
Jurnal Porkes Vol 8 No 3 (2025): Special Issue
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v8i3.32357

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a global health problem that causes a decline in lung function and quality of life. Pharmacological therapy alone is often insufficient to improve patients' functional capacity, while comprehensive pulmonary rehabilitation programs are difficult to access in primary health care. This study aims to evaluate the effectiveness of combining complementary diaphragmatic breathing therapy and walking exercise on improving peak expiratory flow (PEF) in stable COPD patients. The research method used a quasi-experimental pre-posttest design with a control group. A sample of 40 patients was divided into an intervention group (n=20) who received combination therapy for 2 weeks (6 sessions/week) and a control group (n=20) who only received standard therapy. PEF was measured using a peak flow meter before and after the intervention. The results showed a significant increase in PEF in the intervention group from 215.31 ± 16.72 to 301.52 ± 19.40 L/min (p=0.0001), while the control group only increased from 201.64 ± 12.14 to 221.62 ± 11.54 L/min. The increase in the intervention group was significantly greater than that in the control group (mean difference 66.23 L/min; p=0.0001). The study concluded that the combination of diaphragmatic breathing and walking exercise effectively improves lung function in COPD patients and can be used as a practical intervention in primary health care facilities.
PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP PENGENDALIAN HIPERTENSI DI DESA KAKIANG Brilyan Anindya Dayfi; Nurmansyah Nurmansyah
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 10 No. 1 (2025): JKS 2025
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius yang berkontribusi pada morbiditas dan mortalitas tinggi di Indonesia. Aktivitas fisik telah dikenal efektif dalam mengendalikan tekanan darah dan mengurangi risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap pengendalian hipertensi di Desa Kakiang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel terdiri dari warga yang terdiagnosis hipertensi dan data dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas fisik serta pengukuran tekanan darah digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik teratur minimal 150 menit per minggu, seperti jalan cepat, senam hipertensi, dan aerobik, secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik hingga 10 mmHg dan diastolik hingga 7,5 mmHg (p<0,05). Korelasi kuat (r=0,837) ditemukan antara peningkatan aktivitas fisik dan pengendalian tekanan darah terutama pada lansia. Individu dengan aktivitas fisik rendah memiliki risiko hipertensi hingga tiga kali lipat lebih besar dibandingkan yang aktif. Aktivitas fisik juga meningkatkan elastisitas pembuluh darah dan efisiensi kerja jantung, sehingga efektif mencegah komplikasi hipertensi. Penelitian ini menegaskan pentingnya promosi aktivitas fisik sebagai strategi pencegahan dan pengendalian hipertensi berbasis komunitas di wilayah pedesaan.
PENGARUH EDUKASI TEKNIK PENGGUNAAN INHALER TERHADAP KETERAMPILAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MEMBERIKAN EDUKASI PADA PASIEN ASMA Laily Widya Astuti; Nurmansyah Nurmansyah; Brilyan Anindya Dayfi
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN SAMAWA
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang memerlukan terapi inhalasi sebagai pengobatan utama. Keberhasilan terapi inhalasi sangat dipengaruhi oleh ketepatan teknik penggunaan inhaler. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa masih banyak pasien yang menggunakan inhaler secara tidak tepat sehingga efektivitas terapi menjadi menurun. Perawat memiliki peran penting sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai teknik penggunaan inhaler. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memberikan edukasi kepada pasien asma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi teknik penggunaan inhaler terhadap keterampilan mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Samawa. Sampel penelitian berjumlah 13 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi teknik penggunaan inhaler melalui ceramah, demonstrasi, video pembelajaran, dan praktik langsung. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 63,1±8,9 menjadi 88,4±5,8 (p<0,001), sedangkan rata-rata skor keterampilan meningkat dari 59,7±9,6 menjadi 91,2±4,9 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah pemberian edukasi teknik penggunaan inhaler. Kesimpulan: Edukasi teknik penggunaan inhaler berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi kepada pasien asma.
Pengaruh Rendam Duduk Dengan Air Hangat Terhadap Tingkat Nyeri Sendi Muhammad Fauzi; Brilyan Anindya Dayfi; Endang Setiawaty
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 1 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i1.2857

Abstract

Nyeri adalah perasaan tidak nyaman yang betul-betul subyektif dan hanya orang yang menderitanya dapat menjelaskan dan mengevaluasinya. Proses rendam terutama rendam duduk dengan air hangat merupakan rendam tubuh dari pinggang sampai ke pantat dengan menggunakan air hangat yang dapat memberikan efek vasodilatasi sehingga dapat meningkatkan aliran darah kebagian tubuh yang mengalami cedera (memperbaiki sirkulasi), mengendorkan (otot, tendon, dan ligament),  mempercepat penyembuhan jaringan, mengurangi nyeri dan peradangan, serta membersihkan luka kotor. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen dengan menggunakan rancangan “One Group Pretest-Postest Design”. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisa data eksperimen untuk mengetahui pengaruh rendam duduk dengan air hangat terhadap tingkat nyeri sendi dengan menggunakan uji t-test pada taraf signifikan 5%. Hasil analisa statistic dengan uji t didapatkan nilai t-hitung = 18,79 > t-tabel = 1,70 dengan tingkat signifikan 0,05. Jadi ada pengaruh yang signifikan antara pemberian rendam duduk dengan air hangat terhadap tingkat nyeri sendi pinggang pada lansia.