Sofian Sofian
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN Resky Marsel Renyaan; Sofian Sofian
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AKUNTANSI Vol 12, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jima.v12i2.5354

Abstract

Pada era normalisasi akibat merebaknya virus Covid-19, perusahaan tetap dipaksa beradaptasi untuk mempertahankan eksistensinya. Keberhasilan kinerja perusahaan dalam situasi dan kondisi seperti itu sangat penting karena pertumbuhan laba yang baik dan konstan berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang. Good Corporate Governance menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai tujuan dari perusahaan sehingga Good Corporate Governance sendiri memiliki arti yaitu suatu konsep yang menjunjung tinggi pentingnya hak pemegang saham dalam hal mendapatkan informasi dengan benar, akurat, dan tepat waktu. Desain penilitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengujian hipotesis secara empiris. Penelitian ini bersifat kuantitatif betujuan menganalisis pengaruh Good Corporate Governance khususnya pengaruh Dewan Direksi, Dewan Komisaris dan Komite Audit terhadap kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan perusahaan manufaktur yang diukur dengan ROA. Kinerja keuangan menjadi prestasi manajemen perusahaan dalam menjalankan fungsi dan pengelolaan aset beserta sumberdaya perusahaan. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi ukuran dewan direksi, dewan komisaris dan komite audit. Variabel dewan direksi diukur dengan jumlah anggota dewan direksi yang ada pada perusahaan. Dewan komisaris diukur berdasarkan jumlah anggota dewan komisaris terdiri dari komisaris dan komisaris independen. variabel komite audit diukur dengan jumlah anggota komite audit yang ada pada perusahaan.Tujuan dilakukan Penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh mekanisme corporate governance terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA). Objek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dengan periode 2019-2021. Uji pada penelitian meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi dan uji multikollinearitas. Hasil uji t data mengambarkan titiknya sesuai atau menyesuaikan dengan garisnya dimana telah sesuai dengan kriteria yang ada. Maka disimpulkan bahwa data dari penelitian ini terdistribusi normal, tidak terjadi heterokedastisitas dan model regresi tersebut baik, data yang dihasilkan panel sehingga tidak perlu dilakukan uji autokorelasi. Uji multikolineritas terpenuhi karena tidak terjadi multikolineritas pada setiap variabel independen. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti bahwa pada variabel independent dewan direksi memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan, dewan komisaris tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan dan Variabel komite audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan.
PENGARUH LOCUS OF CONTROL, SELF EFFICACY, JOB STRESS DAN KOMPLEKSITAS TUGAS TERHADAP AUDIT JUDGMENT Tazia Cicilia; Sofian Sofian
JURNAL ILMIAH MAHASISWA AKUNTANSI Vol 11, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jima.v11i2.4571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh locus of control, self efficacy, job stress dan kompleksitas tugas terhadap audit judgment. Penelitian ini memakai desain penelitian pengujian hipotesis serta merupakan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei dan jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data primer yang didapat dari hasil jawaban kuesioner yang telah disebarkan pada KAP di kota Surabaya yang diukur menggunakan lima skala likert. Auditor yang bekerja pada KAP di kota Surabaya yang terdaftar pada Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) tahun 2022 berjumlah 29 KAP merupakan sampel dari penelitian ini, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 136 responden. Sampel diambil dengan teknik convenience sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa locus of control, job stress dan kompleksitas tugas tidak berpengaruh terhadap audit judgment. Sedangkan self efficacy memiliki pengaruh positif terhadap audit judgment.
AUDITOR EXPERIENCE & SKEPTICISM AS MODERATORS INFLUENCING AUDIT QUALITY Sofian Sofian; Rafael Danendra Reswara; Marcella Salim
RISET: Jurnal Aplikasi Ekonomi Akuntansi dan Bisnis Vol. 8 No. 1 (2026): RISET : Jurnal Aplikasi Ekonomi Akuntansi dan Bisnis
Publisher : Kesatuan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/riset.v8i1.2798

Abstract

The complexity of operating environments faced by businesses has further highlighted audit quality, particularly following financial reporting failures that raise concerns about auditor competence and independence. This study examines the relationships among auditors’ competence, independence, and audit quality, with experience and skepticism as moderating variables. This research used a quantitative research approach; data were collected via structured questionnaires distributed via convenience sampling to 125 practicing auditors working at Public Accounting Firms in Surabaya city, and analyzed using regression-based models to assess both direct and interaction effects among the variables. The findings reveal that auditor competence and independence positively influence audit quality. Experience and skepticism fail to moderate auditor competence and audit quality, indicating that competence already reflects the essential professional attributes required to conduct standardized audits. In contrast, auditor experience strengthens the effect of auditor independence on audit quality by enabling auditors to translate independence into effective audit behavior. Skepticism does not serve as a moderating mechanism between independence and audit quality, as it is institutionalized primarily through audit standards. In conclusion, while competence and independence are fundamental drivers of audit quality, auditor experience plays a critical role in enhancing the practical effectiveness of auditor independence.