Rizki Kurniawan
Universitas Trilogi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMITASI BUDAYA PADA TAYANGAN TELEVISI DI INDONESIA Rizki Kurniawan
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.636 KB) | DOI: 10.25105/dim.v11i2.110

Abstract

AbstractOne of the products from popular culture is television, there is no other media that can be compared with television in terms of volume of cultural texts produced and number of viewers. Currently the importance of television is the cultural and economic value, furthermore television is a form of democratic and creative culture as well. It instill in the minds of viewers that what is seen in the television seems to be ideal. As the main media of popular culture, television is the perfect distributor for it. Every time we are surrounded by popular culture, a culture that exist because we recognize its fame and fond of its existence.Audiences of popular culture imitate and follow trends, consume products associated with the image of the idol and trends, in order to associate themselves as a fans of popular culture icons they eventually being trapped to contribute to spread popular culture it self. AbstrakSalah satu produk dari budaya populer adalah televisi, tidak ada media lain yang bisa menyamai televisi dalam hal volume teks budaya yang diproduksi dan dalam hal jumlah penontonnya. Saat ini nilai penting dari televisi adalah nilai kultural dan ekonominya, selain juga merupakan bentuk budaya yang demokratis dan kreatif. Televisi menanamkan pengertian di benak khalayak pemirsanya , sebagai suatu yang ideal. Sebagai media utama budaya populer, televisi adalah penyalur yang sempurna untuk hal tersebut. Setiap saat kita di kelilingioleh budaya populer, budaya yang ada karena kita mengakuiketenarannya dan menggemari keberadaannya. Khalayak budaya populer mengimitasi dan mengikuti tren yang ada, mengkonsumsi produk yang berkaitan dengan citra idola dan tren tersebut, mengasosiasikan dirinya sebagai bagian dari penggemar ikon budaya populer tertentu yang pada akhirnya terjebak untuk berkontribusi untuk menyebarkan budaya populer itu sendiri.
PERUBAHAN VISUAL RAGAM HIAS PARANG RUSAK Ulfa Universitas Trilogi Septiana; Rizki Universitas Trilogi Kurniawan
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 13 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.982 KB) | DOI: 10.25105/dim.v13i1.1779

Abstract

AbstractNowadays, variety of new creations batik ornaments has developed from the creations of royal palace members into the common people arts. Parang ornaments is one of theornaments that effected with this condition and deliver new inspiration ornament. This paper will examine the visual changes to parang ornament, especially parang rusak ornament, using elements of comparison between the standard parang rusakornament and the new creation of parang ornaments. This method is used to identify the changes that occurred by comparing the form, color and composition of the batikornaments that has been found. Based on data and analysis, parang rusak ornaments can be turned into new creation of parang ornaments by 3 ways: 1) by changing themotifs of parang rusak ornament, 2) by combining main motive of parang rusak ornament with motifs of different parang ornaments or other ornaments, and 3) byadding another motive at the top or edges of the parang rusak ornament. AbstrakSaat ini berkembang berbagai ragam hias batik kreasi baru yang telah keluar dari pakem pembuatan batik yang awalnya berasal dari lingkungan keraton. Ragam hias parang merupakan salah satu ragam hias yang tidak luput menjadi ragam hias pakem yang dijadikan sebagai inspirasi ragam hias kreasibaru. Tulisan ini akan mengkaji perubahan visual pada ragam hias parang, khususnya ragam hias parang rusak, menggunakan metode perbandingan unsur-unsur estetik antara ragam hias parang rusak yang baku, parang rusak yang telah dikreasikan. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasiperubahan-perubahan yang terjadi dengan membandingkan wujud visual, yaitu bentuk, warna dan komposisi ragam hias batik yang telah ditemukan. Berdasarkan data dan analisa, ragam hias parang rusak dapat diubah menjadiragam hias kreasi baru dengan 3 cara, yaitu 1) dengan mengubah raut baku ragam hias parang rusak, 2) dengan mengkombinasikan motif parang rusak dengan motif dari ragam hias parang yang berbeda maupun ragam hias lainnya, dan 3) dengan menambahkan motif lain di bagian atas ragam hiasparang rusak maupun bagian pinggirnya.