Setiadi G S
FSRD USAKTI

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN DESAIN PADA DESAIN ARSITEKTUR DAN DESAIN INTERIOR Setiadi G S
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.011 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i2.950

Abstract

AbtractThe progress of big cities in Indonesia is developing very rapidly. Therefore facilities run by goverment and private institution complete to beautify public facilities with excellent architectural and iterior designs.On the other hand, competition among architectural and interior design as well as construction service are very competitive in this globalization era. consequently, the demand of professional designers are badly meeded by both goverment and private institution. Thus a project of architecture  or interior desing always need a good plan to meet various cases which may arise sistematically.Design is an answer for all things connected to careful planing to produce the ultimate design complying with the clients " expectation"Management design is defined as arranging things while design is defined a cretaing things. Abstrak Perkembangan kemajuan di kota-kota besar di Indonesia cukup melaju dengan cepat oleh karena itu fasilitas penyediaan sarana dan prasarana yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta berlomba-lomba untuk mem[ercantik fasilitas bangunan tersebut dengan desain-desain bangunan arsitektur dan desain interior yang lebih baik. Di sisi lain pada era globalisasi ini dunia usaha jasa konstruksi dan desain arsitektur dan desain interior mendapat persaingan yang cukup signifikan. Oleh karena itu kebutuhan akan tenaga terampil ( profesional) semakin banyak dibutuhkan oleh instansi pemerintah maupun swasta. Karena itu sebuah proyek desain arsitektur ataupun deain interior selalu membutuhkan suatu perencanaan sebagai bentuk upaya untuk menangani segala macam permasalahan yang timbul denga cara sistematis dan praktis
MODUL DAN TEKNOLOGI DALAM FLEKSIBILITAS RUANG DI KOTA METROPOLITAN JAKARTA Setiadi G S
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 6 No. 1 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.719 KB) | DOI: 10.25105/dim.v6i1.1215

Abstract

AbstractBuilding as part of city planning in architecture play an important role in shopping architectural apperance so that the image and the outer look of the buildings become an essential part in public buiding such as schools and offices. To gain a good design of the building which meets the architectural standard a well-planned design of the building should be carefully considered -either in governmental buildings or commercial buildings . The design in buiding must involve dimensial standard which is a part of the process of designing buildings must involve dimensial satndard which is a part of the process of designing buildings without neglecting the essensce of the design itself. Good design should be viewed from its function and its aesthetics. Flexibility is the capacity to accept changes towards space without completely changing the main element which form that space. The changes simply exist in supporting element AbstrakBangunan sebagai bagian dari arsitektur kota menjadi sangat penting dalam pembentukan wajah arsitektur , sehingga aspek citra dan penampilan bangunan juga menjadi hal sangat penting untul diperhatikan baik bangunan fasuilitas pendidikan, perkantoran, dan bangunan-bangunan lainnya. Untuk mencapai perancangan bangunan yang memenuhi standar arsitektur yang baik tentunya harus memalui proses perancangan yang matang, baik untuk keperluan penyelengaraan pemerintah maupun banguan komersial. Pernacangan dalam bangunan akan dihadapkan pada maslah-maslah dimensi ukuran yang merupakan bagian dari satandar proses perancangan tanpa harus meninggalkan nilai-nilai desain yang baik ditinjau dari segi fungsi dan estetika. Fleksibitas adalah kemampuan suatu ruang untuk menerima perubahan-perubahan terhadapr fungsi ruang tersebut, tanpa meribah keseluruhan elemen pembentuk ruang di mana perubahan hanyalah pada elemen-elemen pengisinya saja
ERGONOMI DALAM BIDANG PERENCANAAN ARSITEKTUR DAN INTERIOR Setiadi G S
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2007)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.112 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i1.1236

Abstract

Abstract:Usage of mind and mind of being* taking care of continuity of life hear culture as we know now. From here grows various norms institutions, behaviour pattern, image of human being, including in its the process of scheme of interior and architecture. To pass off interaction and communications with the environment of human beings is provided by 3 fundamental abilities namely: structural body/anatomy, physical ability, and physichological ability. Ergonomi as applied sciences which is in altidisiplined can be entangled further as part ofscheme process.Keywords: ergonomic, hit man beings, space and environmentAbstrakPenggunaan akal dan pikiran manusia untuk menjaga kelang­sungan hidupnya melahirkan apa yang kita kenal sebagai ke­budayaan dari sinilah berkernbang berbagai pranata norma, pola tingkah laku, citra manusia, termasuk pula didalamnya proses perancangan arsitektur dan interior. Untuk melangsungkan ko­munikasi dan interaksi dengan lingkungannya manusia dibekali dengan 3 kemampuan pokok yakni: struktur tubuh/anatomi, kemampuan fisik, dan kemampuan psikis. Ergonomi sebagaiterapan yang multidisiplin dapat dilibatkan lebih jauh lagi sebagai bagian dari proses perancangan.