Rosalinda Wiemar
FSRD USAKTI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN PADA INTERIOR RUMAH GADANG:KASUS RUMAH GADANG DESA BATAGAK DI SUMATERA BARAT Rosalinda Wiemar
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.344 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i1.956

Abstract

Abstract Rumah Gadang is one of traditional architecture that characterized Minangkabau ethnic. Its specifically form gave attarction to be observed and studied.  Rumah Gadang is used as a custom house that used as residential property of one etnic. Occupied by more than one family, who came from a descendant of the mother ( matrilineal system). In addition to functioning as a traditional house ( rumah adat), rumah gadang also function as houses, which is used as place of activities.Placing diverse activities and occupants in rumah gadang, each of them has the potential to change. By searching the factor that cause changes , the positive or negative impact for residents in particular and Minangkabau culture in general will be known AbstrakRumah gadang adalah salah satu bentuk arsitektur  tradisional yang menjadi ciri khas suku Minangkabau. Bentuknya yang khusu menjadi daya tarik untuk diamati dan diteliti. Rumah gadang adalah rumah adat yang digunakan sebagai rumah tinggal milik bersama dari saru suku/kaum. Pada umumnya dihuni oleh lebih dari satu kepala keluarga, yang berasal dari satu keturunan dari pihak ibu ( sistem matrilineal ). Selain berfungsi sebagai sebagai rumah adat, rumah gadang juga berfungsi sebagaimana layaknya rumah tinggal bagi penghuni,yaitu berfungsi sebagai wadah kegiatan sehari-hari. Sebagai wadah berbagai kegiatan dari beragam penghuni, setuiap rumah banyak memiliki potensi untuk berubah . Dengan mengetahui faktor-faktor penyebab peruabahan , akan dapat diketahui penyebab yang berdampak positif atau negatif bagi penghuni rumah.
SISTEM PENCAHAYAAN PADA RUANG KULIAH GEDUNG N FSRD , DI UNIVERSITAS TRISAKTI Rosalinda Wiemar
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 4 No. 1 (2006)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.16 KB) | DOI: 10.25105/dim.v4i1.1316

Abstract

AbstractLighting is one part of local planning. The meaning of lighting is not only function but also aethetic. Beside for activity , lighting is also can change atmosphir , which can enhance the qualities of activities in space.Artificial light energy , while most of energy use nowday, comes from fosil energy ( unrenewalable energy) and its becomes more exfensive and rare. On the contractery sun energy is limited and costless, is not yet use in maximal.So with a well when  construction , we can make sun energy as a maximum lighting search for the construction, and safe electric energy which comefrom unrenewable energy AbstrakPeacahayaan merupakan salah satu bagian dari aspek perencanaan ruang . Makna pencahayaan tidak hanya masalah fungsi namun juga estetis. Selain berfungsi sebagai penerangan , untuk dapat berativitas, pencahayaan juga dapat merubah suasana yang dapat meningkatkan kualitas kegiatan di dalam ruang.Cahaya buatan memerlukan energy , sedangkan sebagian besar sumber energi yang digunakan sekarang berasal dari energi fosil ( energi yang tidak terbarykan) yang semakin mahal dan langkaSebaiknya cahaya matahari sebagai sumber energi yang sangat besar dan cuma-cuma, belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karenanya dnegan perancangan bangunan yang tepat , manusia dapat mengubah potensi energi surya menjadi sumber pencahayaan maksimal bagi bangunan.