Usman Lubis
FSRD USAKTI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK ORNAMEN BAGAS GODANG DAN SOPO GODANG Usman Lubis
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 9 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1978.995 KB) | DOI: 10.25105/dim.v9i1.957

Abstract

AbstractThe objective of traditional carved object use at home, gateway , building and other equipments that tended to iniatate or copy the old model and had not any clear objective, would not absolutely support the improved creativity, but if it was intended to make new creation although it was derived from the old and original aesthetical element, it could move to the decoration of Mandailing in North Sumatra, as an effort of preservation and further formation. The progressive advance of knowledge, technology, and information have changed the human's thingking pattern , and it would affect the existence of the traditional art of decoration, particularly in the building art. In general , in was found oftenly the traditional art of decoration of Mandailing in the building art of custom and traditional houses. Abstrak Tujuan penggunaan ukiran ragam hias tradisional pada rumah, gapura, gedung dan perlengkapan kegiatan tersebut menjurus kepada peniruan atau penyalinan bentuk lama, tanpa kejelasan tujuan , tentulah hal ini kurang mendukung kemajuan suatu kreativitas. Tetapi bila kegiatan tersebut menjurus kepada usaha pencipataan kreasi baru sekaligus ciptaannya bertolak dari dasar unsur estetika lama dan asli, maka kegiatan tersebut dapat bergerak ke arah perkembangan yang di harapkan . Para peneliti ini membahas seni ragam hias tradisional Mandailing di Sumatera Utara, sebagai upaya pelestarian, informasi sebagai tindak lanjut,. Kemajuan ilmu, teknologi dan informasi telah merubah pola pikir manusia , hal ini mempengaruhi akan keberadaan seni ragam hias tradisional. Sehubung dengan , yang demikian keberadaan seni ragam hias mengalami perubahan dan kendala,terutama dalam seni bangunan, seni ragam hias tradisional Mandailing pada umumnya banyak yang terdapat pada seni bangunan rumah adat dan rumah tradisional.
PASANG SURUT INDUSTRI KERAJINAN BAMBU DI TASIKMALAYA JAWA KARAT Usman Lubis
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 2 (2008)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1766.422 KB) | DOI: 10.25105/dim.v5i2.1477

Abstract

AbstractBamboo craft is a form of art conducted by people which has existed for centuries. It was developed through generations, so it should be preserved because it is a promising comodity in the future to have access both local and international market. In Tasikmalaya, the development of bamboo craft is amazing because it was previously popular only among family member of the people who produced bamboo. It spread to neighbours, villages and broader market. This fact tries to reflect many factors which aect the development of bamboo craft in Tasikmalaya, West Java. AbstrakKerajinan bambu merupakan industri kerajinan rakyat yang telah hidup sejak berabad-abad yang lampau dan dikembangkan secara turun temurun dari generasi ke generasi, maka selayaknyalah hal ini perlu dilestarikan. Karena terbukanya masa depart yang balk bagi pemasarannya, balk sebagai konsumsi lokal maupun sebagai komoditi ekspor. Di tasikmalaya Perkembangan konsumen pemakai kerajinan bambu yang awalnya adalah lingkungan keluarga pembuat, kemudian berkembang menjadi kelompok konsumen di luar lingkungannya : tetangga, lingkungan desa, sampai mencapai lingkungan pasar yang lebih luas. Tulisan ini mencoba mengetahui berbagai faktor yang menyebabkan tumbuh kembangnya kegiatan kerajinan ini terutama yang terdapat di KabupatenTasikmalaya,JawaBarat