Eveline C. S
FSRD USAKTI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FUNGSI DAN MAKNA UANG KEPENG KAMASAN DI BALI Eveline C. S; Marry C B Santoso
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 7 No. 2 (2010)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.125 KB) | DOI: 10.25105/dim.v7i2.1061

Abstract

AbstractUang kepeng is a coin with a hole at its center. Uang kepeng origated from China in the Tang Dynasty. Uang kepeng into Indonesia, especially Bali, comes from the trade route that later made the uang kepeng as a means of payment at the time. Kerajaan Daha/Jenggala and Majapahit, was printed gold  and silver coins as currency, but the public prefer to use uang kepeng because uang kepeng more easily carried. Uang kepeng used until the  1970s as a means of payment. But until now, uang kepeng continued to be used as one means of religious and cultural ceremonies AbstrakUang kepeng merupakan uang logam dengan lubang pada bagian tengahnya. Uang kepeng berasal dari Cina pada Dinasti Tang. Masuknya uang kepeng ke Indonesia khususnya Bali nerasal dari jalur perdagangan yang kemudian menjadikan uang kepeng sebagai alat pembayaran pada masa itu. Di saat Kerajaan Daha/Jenggala dan Majpahit berkuasa, uang koin emas dan perak dicetak sebagai mata uang , namun masyarakat lebih memilih uang kepeng karena lebih mudah dibawa. Uang kepeng dipakai hingga tahun 1970an sebagai alat pembayaran. Namun hingga saat ini  uang kepeng tetap digunakan  sebagai salah sarana dalam upacara keagamaan dan budaya