Elda Franzia
FSRD Universitas Trisakti

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

CITRA VISUAL DAN VERBAL PADA IKLAN BUKALAPAK NEGO CINCAI Rafiqa Fahrini; Elda Franzia
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Dimensi DKV : Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.687 KB) | DOI: 10.25105/jdd.v2i2.2187

Abstract

AbstractThe Visual and Verbal Image of Bukalapak Nego Cincai Commercial. Bukalapak is a well known e-commerce in Indonesia. Besides the trust that society puts in Bukalapak, itis also because the series of commercial videos that have unique style, which is musicaland humorous. Bukalapak Nego Cincai commercial was made to attract Indonesianto shop on Nego Cincai Promo in Bukalapak’s website. The commercial concept waskaraoke video look alike for 1 minute duration. The visual and verbal image of thecommercial shows authentic Chinese culture. Through semantic codes, the commercialshows us that it was made to attract Peranakan society. Combination of the visual andverbal image makes a commercial that attracts audience, strengthen the branding of Bukalapak and hopefully can increase the on-going transaction in Bukalapak’s website.AbstrakCitra Visual dan Verbal pada Iklan Bukalapak Nego Cincai. Bukalapak merupakan e-commerce yang cukup populer dikenal masyarakat Indonesia. Selain karena kepercayaan masyarakat pada Bukalapak, hal tersebut disebabkan oleh rangkaian iklan yang disampaikan dalam bentuk video dengan gaya yang khas berupa paduan musikaldan humor. Iklan Bukalapak Nego Cincai dibuat dalam rangka mengajak masyarakat Indonesia untuk berbelanja pada promo Nego Cincai yang ada pada website Bukalapak. Iklan tersebut dikemas dalam konsep karaoke dan berdurasi 1 menit. Citra visual dan verbal dari iklan ini menunjukkan khas budaya Tionghoa. Melalui kajian kode semantik,iklan tersebut memberi konotasi bahwa iklan tersebut ditujukan untuk menarik masyarakat Peranakan Tionghoa. Paduan citra visual dan verbal tersebut menghasilkan iklan yang menarik audience, menguatkan branding dari Bukalapak dan diharapkan dapat meningkatkan transaksi jual-beli pada website Bukalapak.
MOTION GRAPHIC PROMOSI PASAR PAPRINGAN DI TEMANGGUNG, JAWA TENGAH Resty Fauzyah; Elda Franzia
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 2 (2018): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.614 KB) | DOI: 10.25105/jdd.v3i2.3602

Abstract

AbstractMotion Graphic of Papringan Market Promotion at Temanggung, Central Java. Motion graphic is an infographic designed to move like audio-visual media in the form of film, video and animation in computer. Motion graphic promotion for Papringan Market is one of many steps to promote Papringan Market. Papringan Market is a unique tourist  place held under the bamboo plants. Some visual elements of design found in motiongraphics can give influence to audience. The visual elements of the design used in motion graphics should be in accordance with their usability and function. So for that researchers will analyze about Motion Graphic Papringan Market promotion to determine whether the visual elements of the design used is appropriate according to its usefulness andfunction or not. To answer the problem of the research, the researcher uses the research type of qualitative observation method to be able to know, understand, deeply examine, and expose it in writing about all visual elements contained in the motion graphic, from video, film, typography, illustration, photography and music. Based on the results ofresearch that has been done, motion graphic promotion for Papringan Market still had many visual elements that have to be repaired, because still using visual elements that have not exactly usability or function. AbstrakMotion Graphic Promosi Pasar Papringan di Temanggung, Jawa Tengah. Motion graphic merupakan infografis yang didesain bergerak seperti media audio visual berupa film, video dan animasi dalam komputer. Motion graphic promosi Pasar Papringan merupakan salah satu langkah untuk mempromosikan Pasar Papringan. Pasar Papringan adalah tempat wisata unik yang digelar di bawah rimbunnya tanaman bambu. Beberapaelemen visual desain yang terdapat pada motion graphic dapat  memberikan pengaruh kepada penonton. Elemen visual desain yang digunakan pada motion graphic harus sesuai dengan kegunaan dan fungsinya. Maka untuk itu peneliti akan menganalisis tentang motion graphic promosi Pasar Papringan untuk mengetahui apakah elemen visualdesain yang digunakan sudah tepat sesuai kegunaan dan fungsinya atau belum. Untuk menjawab permasalahan dalam penelitian, peneliti menggunakan jenis penelitian metode observasi kualitatif untuk dapat mengetahui, memahami, mengkaji secara mendalam, dan memaparkannya dalam tulisan mengenai semua elemen visual yang terdapat di dalam motion graphic tersebut, mulai dari video, film, tipografi, ilustrasi, fotografi, dan musik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan motion graphic promosi Pasar Papringan masih banyak elemen-elemen visual yang masih harus diperbaiki, karena masihmenggunakan elemen-elemen visual yang belum tepat kegunaan atau fungsinya.
PENGGAMBARAN KEPERCAYAAN SEKALA DAN NISKALA DI MASYARAKAT BALI PADA FILM “THE SEEN AND UNSEEN” Ayuni Widya Kusuma Wardhani; Elda Franzia
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.139 KB) | DOI: 10.25105/jdd.v5i1.6851

Abstract

Abstract The Visualization of Balinese Society’s Sekala and Niskala Beliefs in “The Seen and Unseen” Movie. Art and culture are the inspiration for filmmakers in their work. The diversity of traditions and culture in Indonesia has become something people take interest in to be in a film work. This research discusses the visualization of sectarian beliefs in Balinese society in the “The Seen and Unseen” movie. Through the semiotic method, analysis of scenes that depicts beliefs of the sekala and niskala are done. This analysis is translated into Roland Barthes’s semiotic theory through the meaning of denotation, connotation, and myth. Sekala and niskala are Balinese beliefs that are very inherent in everyday life that have visible and invisible meanings. This belief guides Balinese people to live a balanced life. In the film “The Seen and Unseen” this belief is depicted with an egg symbol, banging twins, moon, day and night. The result of this research is the understanding of those symbols and meanings in “The Seen and Unseen” movie. Abstrak Penggambaran Kepercayaan Sekala dan Niskala di Masyarakat Bali pada Film “The Seen and Unseen”. Seni dan budaya merupakan inspirasi bagi sineas dalam berkarya. Keberagaman tradisi dan budaya di Indonesia menjadi sesuatu yang menarik untuk diangkat menjadi sebuah karya film. Penelitian ini membahas tentang penggambaran kepercayaan sekala dan niskala di masyarakat Bali pada film “The Seen and Unseen”. Melalui metode semiotika dilakukan analisis terhadap adegan-adegan yang menggambarkan kepercayaan sekala dan niskala. Analisis dijabarkan dengan teori semiotika Roland Barthes melalui makna denotasi, konotasi, dan mitos. Sekala dan niskala merupakan kepercayaan masyarakat Bali yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki makna terlihat dan tidak terlihat. Kepercayaan tersebut mengarahkan masyarakat Bali agar menjalani kehidupan yang seimbang. Dalam film “The Seen and Unseen” ini kepercayaan sekala dan niskala digambarkan dengan simbol telur, kembar buncing, bulan, siang dan malam. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman terhadap tanda-tanda tersebut yang dihadirkan pada film “The Seen and Unseen”. Kata kunci: film, budaya, tradisi, sekala dan niskala, Bali
KEUNIKAN UNSUR PENYAMPAIAN PESAN FILM “GROWTH” Michael Amadeus Saptorahardjo; Elda Franzia
Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain Vol. 5 No. 1 (2020): Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.544 KB) | DOI: 10.25105/jdd.v5i1.6863

Abstract

AbstractThe Uniqueness of Delivering Messages in “Growth” Movie. Most of the Indonesian audience are not familiar with silent movie. Silent movie is basically a film that has no dialogue and only uses visual elements as means to convey messages. The objects of this research is “Growth” movie by Sil Van Der Woerd, that has their own uniqueness compared to movies today. Instead of using dialogues between characters, this movie use expression, gesture, and color to explain the story to the audience.  Sil Van Der Woerd is one of the famous directors from the Netherlands, trying to work on a continuous film and without dialogue. The uniqueness of delivering messages on this movie will be analyzed through visuals with descriptive research methods. The data collecting methods are visual observation, journal and online references, and interview according visual and story of the movie. The results of this research is the understanding of how expression, gesture, and color use to explained the story to the audience.AbstrakKeunikan Unsur Penyampaian Pesan Film “Growth”. Sebagian besar penonton Indonesia sudah tidak mengenal lagi film bisu. Film bisu pada dasarnya adalah sebuah film yang tidak memiliki dialog dan hanya menggunakan unsur visual sebagai sarana untuk menyampaikan pesan. Objek pada penelitian ini adalah film “Growth” yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan film-film pada zaman sekarang, karya Sil Van Der Woerd. Film ini tidak menggunakan dialog percakapan antar karakter, namun menggunakan ekspresi, gestur, dan warna untuk menjelaskan cerita kepada penonton. Sil Van Der Woerd adalah salah satu sutradara terkenal asal Belanda yang mencoba menggarap sebuah continuous movie serta tanpa adanya dialog. Keunikan penyampaian pesan pada film ini akan dianalisis melalui elemen-elemen visualnya dengan metode penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi visual, referensi jurnal dan berbagai sumber online, serta wawancara narasumber terkait visual dan jalan cerita film ini. Hasil dari penelitian ini adalah pemahaman tentang penggunaan elemen ekspresi, gestur dan warna dalam penyampaian cerita kepada penonton.