Lianita Puspita Dewi
a:1:{s:5:"en_US";s:24:"UPN "Veteran" Yogyakarta";}

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KOMPETENSI APARATUR, MORALITAS INDIVIDU, BUDAYA ORGANISASI, PRAKTIK AKUNTABILITAS, DAN WHISTLEBLOWING TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD DALAM PENGELOLAAN DANA DESA (Studi Empiris Pada Desa di Kecamatan Prambanan, Klaten) Lianita Puspita Dewi; Kunti Sunaryo; Retno Yulianti
Jurnal Akuntansi Trisakti Vol. 9 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.856 KB) | DOI: 10.25105/jat.v9i2.13870

Abstract

This study aims to determine the effect of apparatus competence, individual morality, organizational culture, accountability practices, and whistleblowing on fraudprevention in the management of village funds. This research was conducted in Prambanan District, Klaten. This study used a simple random sampling method with 83 respondents, Questionnaires were used as data collection techniques in this study. The results of this study indicate that the competence of the apparatus, individual morality,and accountability practices affect the prevention of fraud in the management of village funds. Meanwhile, organizational culture and whistleblowing have no effect on fraud prevention in managing village funds.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi aparatur, moralitas individu, budaya organisasi, praktik akuntabilitas, dan whistleblowing terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Prambanan, Klaten. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah responden 83 orang, Kuesioner digunakan sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi aparatur, moralitas individu, dan praktik akuntabilitas berpengaruh terhadap pencegahan kecurangan dalam pengelolaan dana desa. Sedangkan budaya organisasi dan whistleblowing tidak berpengaruh terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa.
PENGARUH KOMPETENSI APARATUR, MORALITAS INDIVIDU, BUDAYA ORGANISASI, PRAKTIK AKUNTABILITAS, DAN WHISTLEBLOWING TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD DALAM PENGELOLAAN DANA DESA (Studi Empiris Pada Desa di Kecamatan Prambanan, Klaten) Lianita Puspita Dewi; Kunti Sunaryo; Retno Yulianti
Jurnal Akuntansi Trisakti Vol. 9 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jat.v9i2.13870

Abstract

This study aims to determine the effect of apparatus competence, individual morality, organizational culture, accountability practices, and whistleblowing on fraudprevention in the management of village funds. This research was conducted in Prambanan District, Klaten. This study used a simple random sampling method with 83 respondents, Questionnaires were used as data collection techniques in this study. The results of this study indicate that the competence of the apparatus, individual morality,and accountability practices affect the prevention of fraud in the management of village funds. Meanwhile, organizational culture and whistleblowing have no effect on fraud prevention in managing village funds.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi aparatur, moralitas individu, budaya organisasi, praktik akuntabilitas, dan whistleblowing terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Prambanan, Klaten. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah responden 83 orang, Kuesioner digunakan sebagai teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi aparatur, moralitas individu, dan praktik akuntabilitas berpengaruh terhadap pencegahan kecurangan dalam pengelolaan dana desa. Sedangkan budaya organisasi dan whistleblowing tidak berpengaruh terhadap pencegahan fraud dalam pengelolaan dana desa.