Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGARUH KOMPLEKSITAS AUDIT, UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT FEE DENGAN AUDIT DELAY SEBAGAI MEDIASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Nathasya; Yohanes
Jurnal Akuntansi Trisakti Vol. 9 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.149 KB) | DOI: 10.25105/jat.v9i2.14012

Abstract

This study aims to examine the effect of audit complexity, firm size on audit fees with audit delay as a mediation. The research population is manufacturing companies listed on Indonesia Stock Exchange in 2018-2020. With a total of 291 samples. The sample selection used purposive sampling method and structural equation model (SEM) analysis. Data processing uses AMOS 26 and SPSS 28. The hypothesis testing showed that audit complexity has no effect on audit delay and audit fees. Firm size has a direct effect on audit delay and audit fees. In addition, audit delay has no indirect effect/not mediate those two variables. It can be concluded that the direct effect of audit complexity and firm size on audit delay and audit fee is stronger than the indirect effect.   Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompleksitas audit, ukuran perusahaan terhadap audit fee dengan audit delay sebagai mediasi. Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI tahun 2018-2020, dengan 291 sampel perusahaan. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dan analisis SEM. Pengolahan data menggunakan AMOS 26 dan SPSS 28. Hasil penelitian menunjukkan kompleksitas audit tidak berpengaruh terhadap audit delay dan audit fee, ukuran perusahaan berpengaruh secara langsung terhadap audit delay dan audit fee. Audit delay tidak berpengaruh secara tidak langsung/tidak memediasi terhadap kedua variabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh langsung kompleksitas audit, ukuran perusahaan terhadap audit delay dan audit fee lebih kuat daripada pengaruh tidak langsungnya.
PENGARUH PROFITABILITAS, CAPITAL INTENSITY DAN LEVERAGE TERHADAP TAX AVOIDANCE Ajron Ahima Muh; Yohanes
E-Jurnal Akuntansi TSM Vol 3 No 1 (2023): E-Jurnal Akuntansi TSM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/ejatsm.v3i1.1834

Abstract

This study aims to obtain empirical evidence regarding the effect of profitability, capital intensity, leverage, company size, audit quality, company age, and sales growth on tax avoidance proxied by Current Effective Tax Rate (CETR). The population of this study amounted to 182 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2019 to 2021. The method for data collection uses purposive sampling. The research sample amounted to 80 companies consisting of 240 data. Statistical testing in this study used multiple regression analysis methods. This study proves that profitability, leverage, company size, and audit quality affect tax avoidance. Meanwhile, capital intensity, company age, and sales growth do not affect tax avoidance. High profitability will affect the tax burden, and the company will practice tax avoidance. The company has high leverage, so the interest rates on intensive tax are getting smaller, and the company will not practice tax avoidance. The company has a large company size, so it will make good plans to practice tax avoidance. KAP audited the company The Big Four will be more thorough and detailed about the company's financial statements.
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, TRANSFER PRICING, DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP PENGHINDARAN PAJAK Dinda Arliani; Yohanes
E-Jurnal Akuntansi TSM Vol 3 No 1 (2023): E-Jurnal Akuntansi TSM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/ejatsm.v3i1.1844

Abstract

The purpose of the study is to obtain empirical evidence of the effect of institutional ownership, transfer pricing, sales growth, company size, return on assets, and leverage on tax avoidance. The population of this study is manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2019 to 2021. Sample selection uses the purposive sampling method with a total of 240 companies and a total sample data of 80 companies. This study used the method of multiple regression data analysis. Empirical evidence obtained from this study shows that leverage has an influence on tax avoidance, while institutional ownership, transfer pricing, sales growth, company size, and return on assets have no influence on tax avoidance. Companies financing their operational activities using large amounts of debt will cause the company's tax burden to become higher, so the company tends not to carry out tax avoidance practices.
PENGARUH STRUKTUR MODAL, LIKUIDITAS, DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Vincent; Yohanes
E-Jurnal Akuntansi TSM Vol 2 No 1 (2022): E-Jurnal Akuntansi TSM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.96 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh struktur modal, likuiditas, profitabilitas, aktivitas, kepemilikan institusional, dividend payout ratio, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, pertumbuhan perusahaan, dan komite audit terhadap nilai perusahaan. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018-2020. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan hasil 48 perusahaan non-keuangan yang diuji menggunakan regresi linear berganda. Berikut hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh secara positif terhadap nilai perusahaan karena menunjukkan tingkat pengembalian investasi perusahaan dari kegiatan operasional, pertumbuhan perusahaan berpengaruh secara negatif terhadap nilai perusahaan dikarenakan menunjukkan tingkat perkembangan perusahaan diikuti dengan peningkatan biaya, komite audit berpengaruh secara negatif terhadap nilai perusahaan dikarenakan mereka berperan sebagai pengawas terkait pelaporan keuangan dan kecurangan yang terjadi di perusahaan. Struktur modal, likuiditas, aktivitas, kepemilikan institusional, dividend payout ratio, ukuran perusahaan, dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dikarenakan investor kurang mempertimbangkan variabel ini ketika berinvestasi dan menilai suatu perusahaan. Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi pihak yang membutuhkan data semua variabel yang digunakan. Keterbaruan penelitian ini menambahkan kepemilikan institusional, dividend payout ratio, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial, pertumbuhan perusahaan, dan komite audit dan menggunakan perusahaan non-keuangan periode 2018 hingga periode 2020.
PENGARUH PROFITABILITAS, PENGHINDARAN PAJAK, KEBIJAKAN HUTANG DAN FAKTOR-FAKTOR LAINNYA TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Silvia; Yohanes
E-Jurnal Akuntansi TSM Vol 2 No 1 (2022): E-Jurnal Akuntansi TSM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.634 KB)

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menguji faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan yaitu, penghindaran pajak (tax avoidance), profitabilitas, kebijakan hutang, likuiditas, institutional ownership, kebijakan dividen, kepemilikan manajerial dan total asset turnover. Penelitian ini memiliki populasi sebesar 495 data perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2018-2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling sehingga didapat jumlah sampel yaitu sebanyak 61 perusahaan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi dan pengujian statistik dengan menggunakan SPSS 25. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel penghindaran pajak, profitabilitas, kebijakan hutang, institutional ownership, kebijakan dividen, dan kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan variabel likuiditas dan total asset turnover tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Semakin tinggi perusahaan melakukan tax avoidance maka dapat berdampak pada penurunan nilai perusahaan. Profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan dikarenakan laba yang diperoleh akan meningkatkan nilai perusahaan. Kebijakan hutang perlu dikelola karena penggunaan hutang yang tinggi akan meningkatkan nilai perusahaan sehingga dapat menghemat pajak. Besarnya nilai kepemilikan institutional akan memperkuat control terhadap perusahaan sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan. Semakin besar dividen yang dibagikan maka akan meningkatkan nilai perusahaan. Nilai kepemilikan manajerial yang besar akan mendorong kinerja perusahaan semakin baik dan akan meningkatkan nilai perusahaan. Implikasi bagi manajerial mengenai kebijakan dalam memperoleh aset yang dapat menjadi celah dalam praktik penghindaran pajak dan penggunaan hutang yang tinggi mempengaruhi tingkat profitabilitas sehingga perusahaan dapat membagi dividennya, meningkatkan kualitas informasi yang relevan bagi perusahaan, dan meningkatkan fungsi pengawasan sehingga dapat mempengaruhi tingkat kepemilikan institutional dan kepemilikan manajerial yang dapat berpengaruh terdahap nilai perusahaan. Keterbaruan dari penelitian ini yaitu menambahkan variabel institutional ownership, kebijakan dividen, kepemilikan manajerial dan total asset turnover dengan tahun penelitian yang digunakan adalah tahun 2018-2020.
PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP MANAJAMEN LABA Ghina Febihanum; Yohanes
E-Jurnal Akuntansi TSM Vol 2 No 1 (2022): E-Jurnal Akuntansi TSM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.244 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh ukuran dewan komisaris, komite audit independen, kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage, kinerja perusahaan, pertumbuhan perusahaan, kepemilikan institusional, dan free cash flow terhadap manajemen laba. Penelitian ini meneliti perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018 – 2020. Sampel diambil menggunakan purposive sampling method. Terdapat 74 perusahaan dengan total 222 data penelitian yang sesuai dengan kriteria. Penelitian ini menggunakan multiple regression analysis untuk menganalisis hubungan pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan variabel komite audit independen, kinerja perusahaan, pertumbuhan perusahaan, dan free cash flow berpengaruh terhadap maanjemen laba. Sementara itu variabel ukuran dewan komisaris, kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, leverage, dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap manajemen laba. Hasil penelitian menunjukkan dimana komponen dari karakteristik perusahaan yaitu kinerja perusahaan dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Jika kinerja perusahaan semakin bagus maka manajemen laba akan meningkat karena pihak manajemen berusaha untuk memenuhi ekspetasi para pemegang saham. Pertumbuhan perusahaan semakin bagus maka manajemen laba juga tinggi karena tujuan perusahaan adalah untuk melakukan ekspansi dan membutuhkan dana yang besar. Kemudian komite audit independen dan free cash flow memiliki pengaruh negatif terhadap manajemen laba. Semakin banyak komite audit independen maka akan memperkecil tindakan manajemen laba. Karena akan banyak yang mengawasi tindakan yang diambil oleh manajemen sehingga manajemen laba dapat diminimalisir. Kemudian free cash flow yang tinggi menandakan perusahaan tidak perlu melakukan manajemen laba karena dana yang dimiliki sudah berlebih. Terkait dengan hasil penelitian tersebut maka saran yang dapat diberikan adalah pada saat kinerja perusahaan dan pertumbuhan perusahaan meningkat maka perusahaan dapat memperbanyak komite audit independen agar dapat melakukan fungsi pengawasan yang lebih baik sehingga manajemen laba dapat diminimalisir dikarenakan banyak terjadi praktik manajemen laba pada saat kinerja perusahaan dan pertumbuhan perusahaan sedang meningkat kemudian perusahaan juga dapat mempertahankan agar free cash flow yang dimiliki stabil sehingga motivasi untuk melakukan manajemen laba berkurang. Keterbaruan dari penelitian ini yaitu menambahkan variabel kepemilikan institusional dan free cash flow dengan tahun penelitian yang digunkan adalah tahun 2018-2020.
PENGARUH PROFITABILITY, LEVERAGE, AUDIT QUALITY, DAN FAKTOR LAINNYA TERHADAP TAX AVOIDANCE Fransisca Sherly; Yohanes
E-Jurnal Akuntansi TSM Vol 2 No 2 (2022): E-Jurnal Akuntansi TSM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.809 KB)

Abstract

The purpose of this research is to obtain empirical evidence on the effect of profitability, company size, leverage, capital intensity, institutional ownership, sales growth, audit quality, and audit committee on tax avoidance which become a proxy of Effective Tax Rate (ETR). The population of this research is 204 manufacturing companies that are listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2018 to 2020. Samples are obtained through purposive sampling method The sample taken for this research is 62 companies, consisting of 186 data. The analysis method used in this research is multiple regression. This research proves that profitability has an effect on tax avoidance. Meanwhile, company size, leverage, capital intensity, institutional ownership, sales growth, audit quality, audit committee has no effect on tax avoidance. Profitability has an effect on tax avoidance, the reason being that company's with large sum of profit will affect the amount of tax that's need to be paid, making companies to look for flaws to minimize the tax to earn maximum profit. This research is expected to give implication to companies to prioritize internal wellfare through gross up method, rather than raising the company's profit that will be followed by the increased of tax burden. This is caused by minimizing the amount of tax payable, that will decrease the company's tendencies in doing tax avoidance practices. This research has new addition and update such as adding sales growth, audit quality, and audit committee as variables and the period used for this research is 2018-2020
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGHINDARAN PAJAK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI Derianto Yino; Yohanes
E-Jurnal Akuntansi TSM Vol 2 No 1 (2022): E-Jurnal Akuntansi TSM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.97 KB)

Abstract

The purpose of this research is to obtain empirical evidence regarding the effect of profitability, leverage, company size, capital intensity, institutional ownership, sales growth, and audit quality on tax avoidance. Population used in this research are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2018 to 2020, using purposive sampling as the sample selection method. There are 186 data from 62 companies that match the research criteria and are analyzed using multiple regression analysis.The results of this study indicates that profitability has an effect on tax avoidance. While it shows different result, such as leverage, company size, capital intensity, institutional ownership, sales growth and audit quality having no effect on tax avoidance. Profitability can affect tax avoidance because of the company preference to be able to obtain maximum income rather than paying the company's tax burden. This research is expected to be able to give implication to the managerial's regarding the policy on asset acquisition, that can be a flaw in the practice of tax avoidance caused by the depreciation of asset that can deduce the tax expense whilst affecting the level of company income. This research have new addition and update such as adding sales growth and audit quality as a variable and the period used for this research is 2018-2020
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGHINDARAN PAJAK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Jonathan; Yohanes
E-Jurnal Akuntansi TSM Vol 2 No 3 (2022): E-Jurnal Akuntansi TSM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.389 KB) | DOI: 10.34208/ejatsm.v2i3.1713

Abstract

The purpose of this study was to examine the effect of profitability, leverage, capital intensity, sales growth, and audit quality on tax avoidance. Tax is a mandatory contribution that must be paid to the state. In paying taxes, the management tends to minimize the tax burden by exploiting the weaknesses of tax regulations. This study uses manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2016 to 2018 as the population. There are 70 companies as a sample that meet the criteria by using a purposive sampling method. This research model uses multiple regression analysis.The results of this study indicate that profitability and sales growth have an effect on tax avoidance, while other independent variables such as leverage, firm size, capital intensity and audit quality have no effect on tax avoidance. The greater the profitability of the company, the policy to carry out tax avoidance practices will decrease because the company is able to pay its corporate taxes. The higher the sales growth, the higher the tax avoidance practice. This is because companies that have relatively large sales levels will provide opportunities to earn large profits as well.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TAX AVOIDANCE DI PERUSAHAAN NON-KEUANGAN Monika Veronika; Yohanes
E-Jurnal Akuntansi TSM Vol 2 No 4 (2022): E-Jurnal Akuntansi TSM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34208/ejatsm.v2i4.1825

Abstract

This objective of this study are to obtain empirical evidence regarding the effect of institutional ownership, audit committee, company size, gender diversity on board of directors, financial distress, and managerial ownership on tax avoidance. The population of this study uses 178 non-financial companies with a total sample data of 384 data listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019 to 2021 as a sample. The sampling technique for this study used a purposive sampling method. Testing the hypothesis in this study using multiple regression method. Empirical evidence obtained from this study shows that institutional ownership, audit committees, company size and financial distress have an influence on tax avoidance. Other variables such as gender diversity on board of directors and managerial ownership have no effect on tax avoidance. The lower the level of institutional ownership in a company, the more vulnerable it is to tax evasion. A high audit committee level can reduce tax evasion by companies. Large companies have a greater degree of better tax planning and tend to maintain a good image. When a company is experiencing financial distress, the company tends to be more aggressive in tax avoidance.