Perancangan Bangunan Pusat Seni dan Budaya Jawa Barat ini merupakan upaya dalam menanggapi Kerangka Acuan Kerja (KAK) bangunan ini. Mengacu pada KAK, design bangunan pusat seni dan budaya Jawa Barat ini diharapkan dapat menonjolkan aspek Jawa Barat itu sendiri. Jawa Barat memiliki suku sunda sebagai suku yang identik pada wilayah ini. Masyarakat sunda memiliki kosmologi yang kental pada rumah tinggal tradisionalnya yang menjadi acuan dalam masayarakat ini mendesign suatu bangunan, mereka memiliki pemahaman tiga dunia yang disebut Buana Ngungcung berarti kepala (atap) yang hubungannya dengan manusia kepada tuhannya, suci, atau surga (sakral), lalu ada Buana Panca Tengah berarti badan (dinding) yang maknanya kehidupan tempat tinggal manusia atau dunia, lalu Buana Larang berarti kaki yang bermakna kematian, kotor, dosa, neraka. Oleh sebab itu, ide dasar desain bangunan saya adalah menonjolkan sisi seni dan budaya Jawa Barat dari yang tidak hanya terlihat secara fisik maupun dari segi kepercayaan masyarakatnya. Dalam mewujudkan unsur kosmologi pada perancangan bangunan ini, maka akan diterapkan pada pola tata letak gubahan bangunan, pola penataan zonasi ruang, dan juga sirkulasinya.