Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Ners Muda

Penurunan Intensitas Skala Nyeri Pasien Appendiks Post Appendiktomi Menggunakan Teknik Relaksasi Benson Siti Wainsani; Khoiriyah Khoiriyah; Dewi Setyawati
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.222 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5488

Abstract

Berdasarkan survei di Rumah Sakit Dr.Kariadi Semarang di Ruang Rajawali 2A ditemukan 26 pasien yang menjalani operasi usus buntu pada Juli 2019. Operasi usus buntu adalah tindakan pembedahan membuang usus buntu. Respons yang muncul setelah operasi usus buntu adalah nyeri. Rasa sakit adalah sensasi yang sangat tidak menyenangkan dan sangat individual yang tidak dapat dibagi dengan orang lain. Teknik relaksasi Benson adalah terapi untuk menghilangkan rasa sakit dengan mencoba memusatkan perhatian pada fokus dengan mengucapkan kalimat yang telah dipilih berulang kali. Mampu menerapkan asuhan keperawatan untuk pasien dengan nyeri akut pasca operasi usus buntu. Teknik pengambilan sampel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Sampel adalah 2 orang. Teknik relaksasi Benson dilakukan sebelum memberikan analgesik dengan durasi 15 menit setiap hari selama tiga hari pada tanggal 31 Juli-02 Agustus 2019. Sebelum dan setelah teknik relaksasi Benson diberikan, skala nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil yang diperoleh adalah klien mengalami penurunan intensitas skala nyeri dengan hasil nyeri ringan, tanda-tanda vital dalam kisaran normal; ekspresi klien tampak tenang dan santai. Teknik relaksasi Benson dapat mengurangi intensitas skala nyeri pada pasien pasca operasi usus buntu.
Penurunan Skala Nyeri Akut Post Laparatomi Menggunakan Aromaterapi Lemon Ratna Nur Utami; Khoiriyah Khoiriyah
Ners Muda Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.296 KB) | DOI: 10.26714/nm.v1i1.5489

Abstract

Laparatomi merupakan prosedur pembedahan mayor berupa penyayatan pada lapisan-lapisan dinding abdomen untuk mendapatkan bagian organ abdomen yang mengalami masalah (hemoragi, perforasi, kanker, dan obstruksi). Pasien post laparatomi akan merasakan nyeri. Nyeri yang tidak diatasi akan menyebabkan pasien merasa cemas untuk melakukan mobilisasi dini sehingga tirah baring pasien terlalu lama. Pasien pasca operasi yang melakukan tirah baring terlalu lama dapat meningkatkan resiko terjadinya kekakuan atau penegangan otot-otot di seluruh tubuh, gangguan sirkulasi darah, gangguan pernafasan dan gangguan peristaltik maupun berkemih bahkan terjadinya dekubitus atau luka tekan. Tindakan nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri adalah pemberian aromaterapi lemon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap nyeri akut pasien post laparatomi. Jenis penelitian studi kuantitatif telah dilakukan dengan desain studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan pasien 1 post operasi laparatomi dengan skala nyeri 4. Setelah diberikan aromaterapi lemon pada hari 1 dan 2 skala nyerinya 3, kemudian pada hari 3 skala nyerinya 2. Pasien 2 post operasi laparatomi dengan skala nyeri 4. Setelah diberikan aromaterapi lemon pada hari 1 skala nyerinya 3 dan pada hari 2 dan 3 skala nyerinya 2. Pemberian aromaterapi lemon dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi laparatomi.
Penurunan Tekanan Darah Tinggi pada Pasien Hipertensi yang Menerapkan Terapi Relaksasi Otot Progresif Arlia Rimadia; Khoiriyah Khoiriyah
Ners Muda Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i2.10450

Abstract

Tekanan darah tinggi pada lansia yang tidak terkontrol akan menyebabkan komplikasi seperti stroke, infark miokard, gagal ginjal dan kematian, sehingga perlu dilakukan pengendalian tekanan darah (TD) salah satunya dengan pendekatan non farmakologis menggunakan relaksasi otot progresif. Tujuan dari terapi ini untuk menurunkan TD pada pengidap tekanan darah tinggi. Metode yang diterapkan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan melibatkan dua pasien hipertensi yang dipilih secara acak dengan kriteria inklusi pengidap hipertensi, usia 55-64 th, tidak sedang menjalani pengobatan, tidak memiliki kelemahan otot, hemiplegia, kekakuan otot dan mampu berkomunikasi dengan baik. Pasien diinstruksikan melakukan latihan penegangan dan pengenduran otot baik dari otot wajah hingga otot kaki dalam durasi 20 menit/hari selama enam hari dan dilakukan pemeriksaan tekanan darah 5 menit sebelum dan sesudah latihan (Pre dan Post). Hasil nilai rata-rata TD sebelum dilakukan relaksasi otot prograsif 178/105 mmHg pada pasien 1 dan 158/98,3 mmHg pada pasien 2. Nilai rata-rata TD setelah dilakukan relaksasi otot prograsif 168/101 mmHg pada pasien 1 dan 146/95,8 mmHg pada pasien 2. Latihan relaksasi otot progresif 20 menit/hari selama enam hari dengan intensitas sedang mampu menurunkan TD pada pasien dengan tekanan darah tinggi. Latihan ini perlu dilakukan secara rutin bersama dengan konsumsi obat antihipertensi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.