Tri Nurhidayati
Pendidikan Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penurunan Suhu Tubuh Pada Anak Demam Dengan Water Tepid Sponge Di Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung Kristiyaningsih Kristiyaningsih; Tri Nurhidayati
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.591 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10989

Abstract

Demam typhoid merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella enterica khususnya turunan Salmonella typhi. Penderita demam typhoid gejala yang paling menonjol adalah demam lebih dari 7 hari. Dampak yang paling sering terjadi pada pasien anak demam typhoid adalah peningkatan suhu tubuh dan sangat berbahaya bagi anak-anak karena dapat menyebabkan resiko kejang bahkan kematian. Tindakan non farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian kompres hangat atau water tepid sponge. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui penurunan suhu tubuh anak yang mengalami demam dengan tindakan water tepid sponge. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan pasien anak dengan demam typhoid yang mengalami demam dan sampel diambil sebanyak 2 responden yang kemudian diberkan intervensi kompres hangat dengan water tapid sponge. Pengukuran demam dilakukan dengan mengukur suhu tubuh sebelum dan sesudah dilakukan kompres hangat dengan water tapid sponge pada kedua pasien. Hasil yang diperoleh demam pada kedua kasus mengalami penurunan setelah dilakukan intervensi selama 3 hari. Kasus I dari 39,50C menjadi 37,30C, sementara kasus II dari 39,20C menjadi 37,20C. Kesimpulan yang diperoleh Water tepid sponge terbukti efektif menurunkan suhu tubuh pada anak demam.
Penerapan slow deep breathing dan dzikir terhadap tingkat kecemasan penderita hipertensi pada lansia Rosa Isnaini Putri; Tri Nurhidayati
Ners Muda Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i2.8302

Abstract

Hipertensi adalah keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah diatas batas normal. Batasan pada lansia yang berusia diatas 60 tahun bila sudah lebih dari 140/90 mmHg.Kondisi tubuh lansia yang mengalami hipertensi dapat kembali membaik,akan tetapi faktor-faktor psikologis lansia sangat berpengaruh terhadap proses penanganan masalah hipertensi.Hal ini dapat menyebabkan lansia mengalami gangguan psikis seperti kecemasan. Penanganan kecemasan dapat dilakukan dengan jenis piskoterapi yaitu dengan slow deep breathing dan dzikir. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan tingkat kecemasan dengan pemberian terapi slow deep breathing dan dzikir pada responden lansia dengan hipertensi. Studi ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Subjek studi kasus adalah lansia dengan tingkat kecemasan pada penderita hipertensi. Subjek studi kasus berjumlah 2 orang,didapatkan secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner GAS (Geriatric Anxiety Scale) terdapat 30 pertanyaan. Data hasil studi disajikan dalam bentuk tabel intervensi rerata penurunan tingkat kecemasan pre dan post terapi slow deep breathing dan dzikir selama 4 hari. Terapi Slow Deep Breathing dan Dzikir dapat menurunkan tingkat kecemasan dengan nilai 6-7, reaksi positif terapi slow deep breathing dan dzikir secara teratur akan meningkatkan sensitivitas baroreseptor dan mengeluarkan neurotransmitter endorphin sehingga mengstimulasi respon saraf otonom yang berpengaruh dalam menghambat pusat simpatis dan merangsang aktivitas parasimpatis (menurunkan aktivitas tubuh atau relaksasi). Terapi relaksasi slow deep breathing dan dzikir dengan lafadz istighfar efektif untuk dilakukan menurunkan tingkat kecemasan pada lansia. Hasil kedua kasus diatas rata-rata tingkat kecemasan responden mengalami penurunan dengan skor 6-7 dengan kategori (kecemasan ringan).