Nury Sukraeny
Program studi pendidikan profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penurunan Rasa Haus Pada Kasus Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodalisa Dengan Sipping Ice Cube Therapy Farida Adi Rahayu; Nury Sukraeny
Holistic Nursing Care Approach Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.865 KB) | DOI: 10.26714/hnca.v1i2.10990

Abstract

Penyakit ginjal kronik merupakan gangguan dengan etiologi yang sangat luas dan komplek. Kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa harus mematuhi diet, minum obat, dan pembatasan cairan. Mengulum es batu dinilai efektif untuk mengurangi rasa haus pada kasus penyakit ginjal kronik yang menjalankan hemodialisa. Studi ini bertujuan untuk mengetahui penurunan skala rasa haus pada kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa dengan tekhnik sipping ice cube therapy. Metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa yang mengalami rasa haus. Kasus diambil sebanyak 2 kasus kelolaan yang diberikan intervensi sipping ice cube therapy. Pengukuran skala haus dengan visual analogue scale for assessmest of thirst (VAS) sebelum dan sesudah dilakukan sipping ice cube therapy pada kedua kasus sebelum menjalani hemodialisa. Ada penurunan rasa haus secara signifikan dari kedua kasus. Pada kedua kasus terjadi penurunan skala haus yaitu dari skala haus berat menjadi  haus ringan. Sipping ice cube therapy terbukti efektif menurunkan rasa haus pada kasus penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.
Penurunan Skala Nyeri Pasien Kanker Serviks Menggunakan Kombinasi Teknik Relaksasi Guided Imagery Dengan Aromaterapi Lavender Maissy Hardianti; Nury Sukraeny
Ners Muda Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v3i1.6271

Abstract

Kanker Serviks merupakan jenis kanker yang menyerang pada organ leher rahim, kanker rahim banyak di derita pada wanita berusia diatas 40-50 tahun keatas. Keluhan utama pada kanker serviks adalah nyeri sehingga perlu dilakukan upaya penatalaksanaan baik farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu tindakan non farmakologi untuk mengatasi nyeri pada kanker serviks adalah kombinasi teknik relaksasi guided imagery dengan aromaterapi lavender. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penurunan nyeri pada pasien kanker serviks setelah dilakukan kombinasi teknik relaksasi guided imagery dengan aromaterapi. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses asuhan keperawatan terhadap 2 pasien kanker serviks yang mengalami nyeri. Sebelum dilakukan terapi, pasien telah mendapatkan penjelasaan dan informed consent. Hasil studi kasus ini menunjukkan bahwa pasien mengalami penurunan skala nyeri dengan rata-rata 4 skor (pada kasus 1) dan rata-rata 2,3 score (pada kasus 2) setelah dilakukan terapi relaksasi guided imagery dengan aromaterapi lavender. Terapi relaksasi guided imagery dengan aroma terapi lavender mampu menurunkan skala nyeri pasien kanker Serviks.
Penurunan fatique pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodalisa menggunakan terapi breathing exercise Adittio Rinaldi; Nury Sukraeny
Ners Muda Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v4i1.6278

Abstract

Gagal ginjal kronik biasanya berkembang secara perlahan dan progresif, kadang sampai bertahun-tahun. Kondisi fungsi ginjal yang memburuk mengakibatkan kemampuan untuk memproduksi erythropoietin terganggu yang menyebabkan anemia sehingga pasien mengalami fatique. Hemodalisa perlu dilakukan untuk mengganti fungsi ekskresi ginjal akan tetapi juga mengakibatkan kondisi fatique semakin memburuk. Dampak dari fatique jika tidak di tangani dapat menimbulkan gangguan kardiovaculer, penurunan kualitas hidup dan stres.Sehingga perlu upaya untuk menurunkan fatique pasien, salah satunya yaitu menggunakan teknik breathing exercise. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penurunan score fatique setelah di berikan terapi breathing exercise. Metode studi kasus ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang di berikan pada 2 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodalisa. Terapi breathing exercise dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan, selama 15 menit dalam 3 siklus.Hasil studi ini di dapatkan score fatique sebelum di berikan yaitu fatique berat dan setelah di lakukan terapi breathing exercise score fatique pada kedua responden berada pada fatique sedang. Di simpulkan bahwa terdapat pengaruh breathing exercise terhadap penurunan score fatigue pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa.