Joshua Jolly Sucanta Cakranegara
Alumnus Departemen Sejarah UGM

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TOLERANSI KEHIDUPAN UMAT BERAGAMA DI BALI DALAM PERAYAAN HARI RAYA NYEPI PADA AWAL ABAD XXI Joshua Jolly Sucanta Cakranegara
Widyadewata Vol. 5 No. 1 (2022): Widyadewata : Jurnal Balai Diklat Keagamaan Denpasar
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/widyadewata.v5i1.57

Abstract

Satu hari raya besar yang menjadi keunikan tersendiri di Bali adalah hari raya Nyepi untuk merayakan pergantian tahun Saka oleh umat Hindu. Konsekuensinya adalah penghentian seluruh aktivitas masyarakat, baik umat Hindu maupun umat beragama lain di Bali. Oleh sebab itu, sebuah bentuk pengertian bersama (toleransi) dibutuhkan agar kehidupan umat beragama di Bali tetap berlangsung harmonis. Dengan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan memaparkan bentuk-bentuk toleransi atas kehidupan umat beragama di Bali dalam perayaan hari raya Nyepi pada awal abad ke-21. Metode penelitian ini adalah metode penelitian sejarah dengan menggunakan sumber primer berupa surat kabar sezaman dan surat keputusan atau publikasi resmi pemerintah serta sumber sekunder berupa literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepanjang periode ini, beberapa kali hari raya Nyepi bertepatan dengan hari Jumat sebagai hari beribadah umat Islam atau hari Minggu sebagai hari beribadah umat Kristiani sehingga membutuhkan bentuk toleransi. Bentuk toleransi yang dicapai adalah tidak digunakannya pengeras suara pada saat azan dan salat Jumat bagi umat Islam dan memindahkan waktu peribadatan ke hari Sabtu bagi umat Kristiani. Meski tidak jarang hal ini menimbulkan konflik, momentum tersebut dapat menjadi sarana merekatkan hubungan antarumat beragama di Bali.