Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Factors Influencing Millennial Generation's Interest to Traditional Cakes in Depok City Linda Ratnawiasih; Tatan Sukwika; Derinta Entas
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 5 (2022): December: Management Science And Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.51 KB) | DOI: 10.35335/enrichment.v12i5.890

Abstract

This study aims to determine what factors influence the millennial generation's interest to traditional cakes in Depok, in this case, the egg pancake. To solve the problem using a seven-factor approach, the marketing instruments studied are product, price, place, promotion, physical evidence, people, and process. This research uses quantitative methods with non-probability sampling techniques. The research location is in Depok, and random sampling is used to collect data. Data collection distributed questionnaires to 100 respondents. The regression analysis results on the seven independent variables affect the millennial generation's interest in the traditional Egg Serabi cake. Value simultaneously positively and significantly affects the millennial generation's interest in the traditional Egg Serabi cake. Furthermore, the value of the coefficient of determination indicates that the millennial generation's interest in the traditional Egg Serabi cake is still low. This study recommends anticipating cultural changes through lifestyle changes from local food consumption patterns and maintaining the existence of MSMEs so they can engage in marketing traditional cakes.
Digitalisasi dan Imperialisme Masakan Korea: Tantangan Melestarikan Makanan Warisan Budaya dalam Pariwisata Global Linda Ratnawiasih; Armaini Akhirson
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wjsw4x68

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana platform digital dan sistem algoritma memengaruhi cara masakan Korea ditampilkan dan dipahami dalam pariwisata global. Berangkat dari kritik terhadap teori imperialisme budaya klasik yang menekankan dominasi negara dan media besar, penelitian ini memperkenalkan gagasan imperialisme kuliner algoritmik—sebuah konsep yang melihat bagaimana kekuasaan simbolik bekerja melalui sistem digital yang mengatur apa yang terlihat dan tidak terlihat. Melalui mixed method—survei terhadap 420 responden, analisis SEM, dan studi konten digital—penelitian ini menemukan: paparan konten kuliner Korea secara online meningkatkan persepsi autentisitas dan minat wisata. Namun, pada saat yang sama, logika algoritma cenderung menyederhanakan budaya agar lebih menarik dan mudah viral. Temuan ini menunjukkan bahwa platform bukan sekadar saluran distribusi, melainkan ruang yang membentuk cara kita memahami nilai dan makna budaya. Secara lebih luas, studi ini mengajak kita merefleksikan tantangan, menjaga kedalaman warisan kuliner di tengah arus komersialisasi digital yang serba cepat dan visual.